TRUNOJOYO-KP-27493-200311100109-NUR AZIZAH_200311100109_LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (8MB)
Abstract
Tanaman Tebu (Saccharum officinarum) merupakan komoditas tanaman
sumber bahan utama pembuatan gula, salah satu kebutuhan primer yang
permintaannya selalu meningkat setiap tahun. Indonesia merupakan negara yang
memiliki iklim tropis yang dianggap sesuai dengan syarat tumbuh tanaman tebu
sehingga cukup strategis untuk pengembangan komoditas perkebunan tebu.
Permasalahan tanaman tebu di Indonesia diantaranya ketidakseimbangan antara
produksi gula yang rendah dan konsumsi gula yang tinggi, sehingga terjadi kondisi
tidak terpenuhinya kebutuhan gula nasional.
Produktivitas tanaman tebu nasional diperkiraan 5,4 ton/hektar dengan
rendemen 7,5% sampai 8% pada tahun 2017 dan berbagai upaya telah dilakukan
untuk meningkatkan produktivitas tanaman tebu agar dapat memenuhi kebutuhan
gula nasional (Adrian et al., 2019). Pembudidayaan tebu tidak lepas dari berbagai
permasalahan terutama yang berhubungan dengan hama yang akan menyerang
tanaman tebu. Serangan hama pada tanaman tebu berpotensi memudahkan patogen
untuk masuk ke dalam tanaman tebu untuk menimbulkan penyakit. Kondisi
tersebut menyebabkan hasil panen dan kualitas tebu akan menurun yang kemudian
menimbulkan kerugian yang cukup besar dalam sektor pertanian tebu.
Tanaman tebu merupakan salah satu tanaman yang tidak dapat terhindar dari
serangga hama. Keberadaan serangga yang dominan di lapangan menjadikan
serangga dapat ditemukan hampir di semua habitat, termasuk pada kawasan
perkebunan tebu. Perkebunan merupakan salah satu bentuk ekosistem buatan yang
kondisi lingkunganya sengaja dibentuk oleh manusia untuk keberlangsungan hidup
(Fachruddin et al., 2022). Kerugian secara tidak langsung dapat ditimbulkan
serangga, karena serangga dapat menjadi hama tanaman dan vektor penyakit
tanaman. Serangga yang sering dijumpai pada lahan budidaya mempunyai peranan
dari setiap masing-masing jenis serangga.
Serangga vektor merupakan serangga yang berperan dalam penyebaran
penyakit virus di lapang. Beberapa serangga vektor penyebab penyakit mosaik
pada tanaman tebu diantaranya: Melanaphis sacchari, Rhopalosiphum maidis,
Aphis gossypii, Myzus persicae Sluz., Toxoptera citricidus Kirkaldy, Ceratovacuna lanigera Zhut, serangga vektor penyakit puru daun Fiji yaitu Perkinsiella
saccharicida, serangga vektor penyakit kerdil ramu yaitu Eumetopina flavipes.
Pengamatan serangga vektor yang berada di areal pertanaman tebu dengan metode
perangkap menjadi salah satu langkah untuk mengidentifikasi serangga. Praktik
kerja lapang di Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan
dilakukan dengan pemantauan secara rutin dan mengidentifikasi serangga vektor
penyakit tanaman tebu, untuk menganalisa apa saja serangga yang dapat
menyebabkan kerugian bagi pertumbuhan dan perkembangan, serta penyebab
timbulnya penyakit pada tanaman tebu.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM NUR AZIZAH |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | TEBU |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 02:53 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18253 |
