TEKNIK PEMANGKASAN TEH (Camellia sinensis L.) DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA XII WONOSARI MALANG

Nurlaili Sudarwati (2023) TEKNIK PEMANGKASAN TEH (Camellia sinensis L.) DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA XII WONOSARI MALANG. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27492-200311100079-NURLAILI SUDARWATI_200311100079_Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27492-200311100079-NURLAILI SUDARWATI_200311100079_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Sektor pertanian memiliki peran penting dalam kegiatan
perekonomian di Indonesia. Salah satunya yaitu dalam bidang
perkebunan, banyak komoditas dibidang perkebunan yang dapat tumbuh
subur dan dikembangkan di Indonesia. Kontribusi sub sektor perkebunan
dalam Produk Domestik Bruto (PDB) 3,63% dari total Produk Domestik
Bruto (PDB) dan 26,5 terhadap sektor Pertanian, Kehutanan, dan
perikanan.
Tanaman teh merupakan salah satu tanaman perkebunan yang
memiliki keuntungan atau nilai ekonomi yang tinggi dan dapat
dikembangkan dengan luas. Hal tersebut terbukti dengan meningkatnya
jumlah devisa negara karena telah diekspor ke luar negeri (Kusumo,
2010). Teh juga memiliki manfaat yang cukup besar bagi tubuh. Hal
tersebut dapat dilihat dari kandungan teh yang terdiri dari mineral dan
vitamin yang dibutuhkan tubuh. Vitamin yan terdapat diteh dianaranya
adalah vitamin C, vitamin B, vitamin A. Pemanfaatan teh yang tidak hanya
sebagai bahan minuman juga merupakan peluang dalam pengembangan
tanaman teh.
Perkebunan teh di Indonesia menurut pengusahaannya dapat
dibedakan menjadi Perkebunan Besar (PB) dan Perkebunan Rakyat (PR).
Perkebunan Besar (PB) dibedakan menjadi Perkebunan Besar Negara
(PBN) dan Perkebunan Besar Swasta (PBS). Pada tahun 2018 luas areal
PBN Teh Indonesia tercatat seluas 32.684 hektar, naik menjadi 37.205
hektar pada tahun 2019 atau terjadi penaikan sebesar 13,8 persen. Begitu
juga pada tahun 2020 naik sebesar 3,03 persen dari tahun 2019 menjadi
38.332 hektar. Sedangkan luas areal PBS Teh Indonesia pada tahun 2018
tercatat seluas 25.475 hektar, turun menjadi 22.581 hektar pada tahun 2019
atau terjadi penurunan sebesar 11,36 persen dan namun pada tahun 2020
menaik sebesar 0,7 persen dibandingkan tahun 2019 menjadi 22.740
hektar. Pada tahun 2018 luas areal yang diusahakan oleh PR seluas 51.777 hektar, menurun sekitar 0,57 persen menjadi seluas 51.484 hektar pada
tahun 2019, dan menjadi 51.235 hektar pada tahun 2020 atau terjadi
penurunan sekitar 0,48 persen.
Dengan menurunnya luasan perkebunan teh di Indonesia
dikhawatirkan karena menurunnya produksi teh. Proses budidaya memiiki
peran yang penting dalam peningkatan produksivitas tanaman teh. Salah
satu proses budidaya yang dilakukan mempertahankan tanaman pada fase
vegetatif, merangasang pertumbuhan tunas muda sehingga menghasilkan
pucuk lebih banyak, membentuk bidang petik, mengganti dan
mempermudah percabangan tanaman ialah pemangkasan (Suwarto dan
Octavianty 2010). Proses pemangkasan diharapkan dapat memiliki
manfaat yang besar dalam peningkatan produktivitas tanaman teh.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Nurlaili Sudarwati
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords TEH
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 02:53
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18252

Actions (login required)

View Item
View Item