TRUNOJOYO-KP-27487-200331100085-AIsyah Agustin.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (20MB)
Abstract
Jamu merupakan suatu produk yang berasal dari tumbuh- tumbuhan dan
juga dari bagian tubuh hewan yang diracik untuk kemudian dikonsumsi. Jamu
merupakan ramuan yang berguna untuk memelihara kesehatan, kebugaran,
pengobatan, menigkatkan vitalitas dan sebagai perawatan kecantikan. Jamu oleh
setiap masyarakat bisa disebut dengan pengobatan komplementer atau alternatif
(Setiawan et al., 2018) yang merupakan pengobatan turun temurun dan telah ada
sejak dulu oleh para leluhur masyarakat. Obat tradisional atau jamu dianggap oleh
masyarakat sebagai pengobatan yang aman dibandingkan pengobatan kimia atau
modern (Prastiwi, 2018) .
Jamu atau obat tradisional di zaman sekarang sering dianggap kuno oleh
sebagian masyarakat. Oleh karena hal tersebut perlu adanya sebuah rencana dalam
kegiatan bisnis terutama pada industri jamu. Suatu bisnis harus mempunyai arah
dan tujuan, maka diperlukan adanya suatu model bisnis. Di dalam model bisnis ini
kita dapat mengetahui bagaimana perusahan menentukan dan memperoleh
keuntungan yang diharapkan (Sultan & Hasbi, 2018) . Model bisnis atau business
model merupakan suatu pemodelan yang bertujuan untuk membantu para pemilik
bisnis atau perusahaan untuk merancang perencanaan proses bisnis dan
menetapkan poin penting dalam bisnis. Model bisnis bermanfaat bagi perusahaan
dalam mempersingkat perancangan bisnis, mengurangi risiko dalam bisnis, serta
meningkatkan fokus terhadap poin penting perencanaan bisnis di perusahaan.
Perkembangan teknologi yang semakin hari semakin meningkat memaksa
para pebisnis untuk mengikuti arus zaman yang semakin maju dalam memanfaatkan
teknologi dengan sebaik-baiknya di berbagai bidang. Model bisnis yang
dikembangkan secara sistematis dapat dijadikan pertimbangan selama pengambilan
keputusan, pengembangan strategi bisnis masa depan dan sebagai contoh solusi
untuk masalah dalam proses pelaksanaan bisnis (Fatricia & Sultan, 2019) . Salah
satu inovasi dalam memodelkan suatu bisnis yang sekarang berkembang yaitu
dikenal dengan bisnis model kanvas. Business Model Canvas (BMC) atau biasa
disebut model kanvas merupakan model yang digunakan untuk meciptakan dan
memberikan nilai yang dimiliki dari sebuah organisasi atau perusahaan (Rainaldo et al., 2017) . BMC merupakan suatu strategi manajemen yang digunakan dalam
merancang suatu perencanaan bisnis di perusahaan. BMC digunakan karena lebih
mudah dalam memvisualisasikan ide atau konsep bisnis yang sedang dilakukan.
Perancangan model bisnis ini dilakukan dengan menggunakan peta konsep yang
terdiri dari 9 elemen yaitu key partnerships (kerja sama), key activities (aktivitas
kunci), key resources (sumber daya), value propositions (proporsi nilai), customer
relationships (hubungan dengan pelanggan), channels (saluran), customer
segments (segemen pelanggan), cost structure (struktur biaya), revenue streams
(arus pendapatan).
PT Firdaus Kurnia Indah merupakan salah satu perusahaan jamu yang
berada di Bangkalan Madura. Perusahaan ini memproduksi berbagai macam jamu
dalam bentuk pil, kapsul, dan bubuk. Produk- produk tersebut diantaranya ratu rapet
wangi, empot- empot, manjakani dan lain- lain. Pelaksanaan PKL ini dilakukan untuk
memahami bagaimana menganalisis Bussines Model Canvas (BMC) di PT Firdaus
Kurnia Indah.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AISYAH AGUSTINA |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | BMC (BUSINESS MODEL CANVAS) |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 02:52 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18244 |
