TEKNIK PENYIMPANAN BENIH PADI (Oryza sativa) DI UPT PENGEMBANGAN BENIH PADI DAN PALAWIJA

ZULFA VITA MUFIDAH (2023) TEKNIK PENYIMPANAN BENIH PADI (Oryza sativa) DI UPT PENGEMBANGAN BENIH PADI DAN PALAWIJA. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27486-200311100071-Zulfa Vita M_200311100071_Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27486-200311100071-Zulfa Vita M_200311100071_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Padi adalah tanaman pangan utama yang permintaannya cenderung tinggi
setiap tahun. Padi diolah menjadi beras yang dikonsumsi masyarakat sebagai
sumber karbohidrat. Diperlukan usaha peningkatan laju produksi padi guna
menghadapi berbagai masalah, baik berupa masalah sosial ataupun ekonomi
(Prasekti, 2015). Untuk memenuhi tingginya permintaan tersebut perlu adanya
inovasi teknologi dengan perbanyakan atau produksi benih bermutu guna
memenuhi kebutuhan benih secara optimal baik kuantitatif maupun
kualitatifnya (Rahayu et al., 2011). Menurut Sadjad (1977) benih bermutu
harus mampu menghasilkan tanaman yang berproduksi maksimum dengan
sarana teknologi benih yang maju. Salah satu sarana teknologi benih adalah
masalah penyimpanan.
Penyimpanan benih padi yang baik dan benar akan dapat mempertahankan
kualitas benih padi selama kurun waktu tertentu. Selama penyimpanan benih
dapat mengalami kerusakan. Faktor yang mempengaruhi kerusakan benih
selama penyimpanan antara lain vigor awal benih, proses panen dan pasca
panen termasuk kondisi lingkungan dan lama penyimpanan (Arief et al., 2010).
Penyimpanan benih padi dilakukan segera setelah tanaman selesai dipanen
dan melalui proses pengeringan untuk mengurangi kadar air di dalam benih.
Faktor penyimpanan benih merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap mutu benih, untuk itu perlu ruang dan wadah penyimpanan khusus.
Kegiatan penyimpanan benih tidak terlepas dari penggunaan wadah simpan.
Metode penyimpanan benih ada dua macam, yaitu penyimpanan secara
tradisional dan modern. Penyimpanan benih padi secara tradisional
diantaranya adalah dengan menyimpan benih dalam kantong bagor, keranjang
tertutup, lumbung sederhana, gudang atau benih-benih diikat kecil-kecil dan
diletakkan diatas perapian. Menurut Sutopo (2002) metode penyimpanan benih
padi secara modern dikembangkan dari metode tradisional, hanya saja alat dan
bahan yang digunakan lebih modern. Salah satunya adalah metode
penyimpanan benih dalam kantong plastik polietilen, kertas aluminium dan
kaleng timah.
UPT Pengembangan Benih Padi Dan Palawija merupakan suatu Unit
Pelaksana Teknis di bawah naungan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Provinsi Jawa Timur. Sebagaimana yang telah dimaksud dalam pasal 3, UPT
Benih Padi Dan Palawija mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas
Dinas di bidang pengelolaan, penangkaran, pemasaran, pendistribusian,
pengembangan benih padi dan palawija, ketatausahaan dan pelayanan
masyarakat. Fasilitas yang tersedia meliputi Kantor UPT sebagai unit
pelayanan masyarakat, administrasi dan ketatausahaan; Galeri produk sebagai
display produk (benih padi dan palawija) yang siap dijual; Laboratorium
sebagai penangkaran benih padi dan palawija untuk memenuhi kebutuhan
benih; serta kebun padi dan palawija yang tersebar di wilayah Jawa Timur.
Fasilitas tersebut digunakan dan dimanfaatkan sebagai media penunjang untuk
memaksimalkan hasil pengembangan benih padi dan palawija di UPT
Pengembangan Benih Padi dan Palawija. Adapun layanan yang diberikan
meliputi pemurnian varietas, penangkaran benih, produksi benih dan
pemasaran benih.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
ZULFA VITA MUFIDAH
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords PADI
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 02:52
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18243

Actions (login required)

View Item
View Item