ANALISIS PENGUPAHAN TENAGA KERJA PRODUKSI DI KOPERASI KARYAWAN REDRYING BOJONEGORO (KAREB)

IRA CHOIRUL SUTIKA (2023) ANALISIS PENGUPAHAN TENAGA KERJA PRODUKSI DI KOPERASI KARYAWAN REDRYING BOJONEGORO (KAREB). S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27485-200331100040-IRA CHOIRUL SUTIKA_200331100040_Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27485-200331100040-IRA CHOIRUL SUTIKA_200331100040_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (815kB)

Abstract

Tembakau (Nicotiana tabacum) merupakan tanaman perkebunan yang
digunakan sebagai bahan baku industri yang salah satunya untuk pembuatan
produk rokok yang memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi. Sebelum tembakau
diolah menjadi bahan baku pembuatan rokok tembakau tersebut harus diolah
terlebih dahulu menjadi tembakau kering. Pengolahan tembakau merupakan salah
satu faktor yang harus diperhatikan agar menghasilkan tembakau kering
berkualitas tinggi yang memenuhi persyaratan (Prasetiyo et al, 2016). Komoditi
tembakau memiliki arti penting, tidak hanya sebagai sumber pendapatan bagi para
petani, tetapi juga bagi Negara. Tanaman tembakau merupakan tanaman
musiman, tetapi di dunia pertanian tembakau ini termasuk dalam golongan
tanaman perkebunan. Biasanya, daun tembakau merupakan bahan pembuatan
rokok. (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia 2014).
Koperasi Karyawan Redrying Bojonegoro (KAREB) merupakan jasa
pengeringan tembakau krosok dan rajangan yang dimana banyak perusahaan
yang sudah mempercayainya dalam pengeringan tembakau. Banyak perusahaan
yang telah menggunakan jasa koperasi KAREB mulai dari lokal bojonegoro sendiri
maupun dari luar kota atau luar jawa. Koperasi ini memberikan dampak positif
terhadap perekonomian petani tembakau. Dengan adanya koperasi karyawan
Redrying ini sangat membantu para petani tembakau seperti, petani bisa
mengeringkan tembakau di koperasi karyawan Redrying dan setelah semua
proses pengeringan selesai petani juga bisa menitipkan tembakau tersebut untuk
dijual pada pabrik rokok, eksportir dan para pedagang tembakau. Hal ini membuat
Koperasi Karyawan Redrying sangat bermanfaat bagi petani tembakau.
Dibandingkan petani yang menjual tembakau ke tengkulak, dengan cara ini jauh
lebih efektif. Selain itu Koperasi karyawan Redrying menyediakan simpan pinjam
bagi para petani
Koperasi Karyawan Redrying Bojonegoro (KAREB) sering memproduksi
jenis tembakau virginia, tembakau kasturi, tembakau Madura, dan tembakau
Lombok dengan bentuk tembakau krosok dan rajangan. Tembakau kering yang
dihasilkan atau tembakau yang diproses setiap harinya adalah sekitar paling kecil
12kg hingga 60kg perhari, untuk hasil produksinya setiap bulannya sekitar 800-
1.000kg bahkan bisa lebih, dapat dikatakan naik turun atau kurang stabil tergantung permintaan pengeringan tembakau sedang melonjak atau saat sedang
musim tembakau, sehingga perlu mengkaji analisis pengupahan tenaga kerja.
Karyawan merupakan asset utama suatu perusahaan yang menjadi
perencana dan pelaku aktif dalam setiap aktivitas organisasi. Karyawan
mempunyai pemikiran, perasaan, keinginan, status, latar belakang pendidikan,
usia dan jenis kelamin yang dibawa ke dalam suatu organisasi. Kualitas dan
kuantitas dari sumber daya manusia tersebut harus sesuai dengan kebutuhan
organisasi, sehingga tujuan organisasi dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
Karyawan perlu didukung oleh sistem pembayaran yang baik, sebagaimana
disyaratkan dalam Pasal 88 Ayat (1) UU Ketenagakerjaan, sistem pengupahan
merupakan salah satu komponen penting dari perlindungan pekerja. Sebagai upah
atas jernih payahnya, karyawan juga berhak atas upah minimum yang
memungkinkan mereka untuk memenuhi kehidupan yang layak sebagai imbalan
atas pekerjaan yang telah dilakukan (Hasibuan, 2017).
Bekerja merupakan faktor utama bagi seorang pekerja karena dengan
bekerja seseorang akan mendapatkan imblan berupa upah. Sebagai karyawan
upah merupakan tujuan utama untuk bekerja, tujuannya untuk membiayai
kehidupan beserta keluarganya, karena upah inilah yang akan digunakan untuk
mencukupi keperluannya dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Imam Soepomo
(2001): salah satu tujuan karyawan bekerja adalah untuk menghasilkan
penghasilan yang cukup agar dapat memenuhi kebutuhannya beserta
keluargannya, sehingga didapatkan kehidupan yang layak juga sejahtera. Upah
sendiri sampai saat ini masih banyak diperbincangkan belum ada definisi yang
khusus terkait upah. Banyak orang mendefinisakan upah dengan berbeda-beda,
hal tersebut dikarenakan setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda satu
orang dengan orang yang lain baik itu pekerja, pemberi kerja maupun pemerintah.
Menurut pemberi kerja upah adalah imbalan yang diberikan kepada tenaga kerja
atas pekerjaan yang dilakukannya dimana tenaga kerja tersebut menghasil
barang, jasa, maupun sesuatu yang menguntungkan baginya. Menurut tenaga
kerja upah merupakan sebagian imbalan yang diterima, dimana upah tersebut
digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sementara itu,
pemerintah menegaskan bahwa upah adalah sejenis uang yang diperoleh dengan
bekerja, merupakan unsur penting dalam kegiatan perekonomian (Rachman dan
Utomo, 2014). Seorang pemberi kerja harus membayar pekerjanya sesuai dengan
yang dihasilkan dan sesuai dengan masa kerja yang berlangsung, oleh karena itu analisis pengupahan dalam Praktik Kerja Lapang ini ditentukan untuk mempelajari
bagaimana sistem pengupahan yang ada di Koperasi Karyawan Redrying
Bojonegoro (KAREB) (Rachman dan Utomo, 2014).

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
IRA CHOIRUL SUTIKA
Department Teknologi Industri Pertanian
Uncontrolled Keywords KOPERASI
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 02:52
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18242

Actions (login required)

View Item
View Item