TRUNOJOYO-KP-27479-200331100028-Nurul Khosidatul Fitria_200331100028_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Koperasi Karyawan Redrying Bojonegoro (KAREB) merupakan suatu
perusahaan jasa pengeringan tembakau krosok dan rajangan. Tembakau
merupakan tanaman hasil bumi dan daun tembakau yang nantinya diproses
menjadi sebuah produk. Tanaman tembakau terutama adalah Nicotiana tabacum
dan Nicotiana rustica, meskipun beberapa anggota Nicotiana lainnya juga dipakai
dalam tingkat sangat terbatas dan tembakau merupakan produk hasil pertanian
dan termasuk tanaman semusim serta bukan termasuk dalam komoditas tamaman
pangan melainkan termasuk dalam komoditas perkebunan. Produk yang
dihasilkan nantinya ini dikonsumsi bukan untuk dimakan langsung akan tetapi
dikonsumsi sebagai bahan baku rokok dan cerutu serta dapat dikunyah yang
biasanya untuk menemani waktu luang atau (Sabri, 2022). Tembakau (Nicotiana
spp.L.) adalah salah satu komuditas dari perkebunan yang memiliki peran yang
cukup penting dalam pembangunan pada sub sektor perkebunan. Berbagai
macam persoalan yang telah dialami oleh para petani tembakau Indonesia, tidak
dapat menyebabkan penurunan kontribusi tembakau terhadap perekonomian
Indonesia. Semua itu disebabkan karena adanya kenaikan jumlah permintaan
tembakau dari luar negeri terus menerus mengalami peningkatan. Kondisi ini
tercermin pada tingkat kenaikan eksport tembakau Indonesia (Fuziyah et al., 2010).
Koperasi KAREB sendiri yang bergerak pada bidang jasa pengeringan tembakau
yang diproses untuk dikeringankan menerima beberapa jenis tembakau.
Tembakau yang biasa dan banyak dikeringan yaitu jenis tembakau krosok,
tembakau rajangan, tembakau virginia, dan tembakau kasturi.
Implementasi Teknologi Informasi disuatu organisasi atau perusahaan
yaitu untuk meningkatkan efektivitas proses, efisiensi waktu dan keunggulan
bersaing disuatu perusahaan. Pada zaman seperti sekarang ini teknologi sangat
berperan penting pada kehidupan manusia. Suatu perusahaan tentunya sangat
menginginkan efisiensi dan efektivitas dalam semua kegiatanya. Semua itu
tentunya diharapkan agar perusahaan selalu daat bersaing serta selalu unggul dari
perusahaan pesaing lainnya. Oleh karena itu pengukuran produktifitas sangatlah
penting untuk mengetahui apakah semua teknologi, pertauran, kebijakan dan
proses produksi yang telah ditetapkan sudah dinilai dapat mendukung kemajuan
dan keuntungan yang akan didapatkan oleh perusahaan (Alfi et al., 2022). Menurut Ardiansyah (2017) Produktivitas adalah hubungan antara
masukan (input) dan keluaran (output) suatu sistem produksi, jika dalam proses
produksi menghasilkan lebih banyak output dengan input yang sama maka disebut
memiliki peningkatan produktivitas, begitupun juga walaupun hanya dapat
menghasilkan output yang sama akan tetapi input yang dibutuhkan lebih rendah
dapat juga dikatakan sebagai peningkatan produktivitas. Perkembangan industri
saat ini sangat berkembang pesat yang berdampak pada daya saing yang semakin
meningkat dan kompetitif. Tingkat persaingan ini membuat perusahaan
mengevaluasi proses bisnisnya agar tetap bisa bersaing dengan kompetitor.
Dengan adanya monitoring pencapaian produktivitas dapat mengevaluasi agar
kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan sudah sesuai dengan rencana dan
target yang diinginkan. Salah satu indikator keberhasilan sebuah perusahaan
untuk memberdayakan sumber daya yang dimiliki agar menghasilkan produk yang
sesuai dengan yang sudah ditargetkan adalah dengan adanya prduktivitas.
Produktivitas akan selalu berhubungan dengan efisiensi produksi yang berupa
rasio antar produk yang nantinya dihasilkan dengan sumberdaya yang digunakan
pada proses produksi. Rasio ini akan menunjukkan tingkat produktivitas suatu
perusahaan dan dapat digunakan untuk bahan evaluasi manajemen terhadap
proses operasional yang telah berjalan dalam menciptakan kegiatan perusahaan
yang lebih efektif dan efisien. Maka dari itu dalam laporan PKL kali ini dengan
menghitung dan mengukur produktivitas tenaga kerja ini guna mengetahui
seberapa produktif pada tenaga kerja dalam bagian produksi pengeringan
tembakau. Setelah mengetahui produktivitas tengga kerja perusahaan dapat
mengetahui seberapa efisien dan efektif pada proses produksi dan tugas para
pekerja yang telah dijalankan selama ini (Ramayanti et al., 2020).
Koperasi Karyawan Redrying Bojonegoro ini beroperasi setiap hari senin
hingga sabtu dengan waktu kerja yaitu 15 jam perhari setiap hari senin hingga
kamis untuk hari jum’at dan sabtu sendiri selama 13 jam. Selama proses produksi
pengeringan tembakau menggunakan 2 shif. Tembakau kering yang dihasilkan
atau tembakau yang diproses setiap harinya adalah sekitar paling kecil 12kg
hingga 60kg perhari. Untuk hasil produksi setiap bulannya sekitar 800-1.000 kg
atau bahkan bisa lebih jika permintaan pengeringan tembakau sedang melonjak
atau saat sedang musim tembakau.
Koperasi Karyawan Redrying Bojonegoro merupakan suatu perusahaan
jasa pengeringan tembakau krosok dan rajangan yang dimana banyak perusahan yang sudah mempercayainya dalam pengeringan tembakau perusahaanya.
Banyak perusahaan yang telah menggunakan jasa koperasai KAREB mulai dari
perusahaan dari lokal bojonegoro sendiri maupun dari luar kota atau luar jawa.
Maka dari itu permintaan jasa Koperasi Karyawan Redrying Bojonegoro yang
cukup tinggi ini membuat menarik untuk diteliti pada permasalahan
produktivitasnya.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM NURUL KHOSIDATUL FITRIA |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | KOPERASI |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 02:49 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18228 |
