TEKNIK PEMELIHARAAN INDUK KERANG ABALON (Haliotis squamata) DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT (BPBL) LOMBOK BARAT, NUSA TENGGARA BARAT

WELLA MAFAZATUL HURRIYAH (2023) TEKNIK PEMELIHARAAN INDUK KERANG ABALON (Haliotis squamata) DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT (BPBL) LOMBOK BARAT, NUSA TENGGARA BARAT. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27475-200341100105-Wella Mafazatul Hurriyah_200341100105_Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27475-200341100105-Wella Mafazatul Hurriyah_200341100105_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Perairan Indonesia memiliki potensi yang cukup besar pada sumber daya
lautnya, abalon merupakan salah satu komoditas yang termasuk dalam jenis
moluska dengan habitat pantai berkarang. Moluska jenis abalon ini memiliki nilai
ekonomis yang cukup tinggi dengan kisaran harga Rp. 300.000 – Rp. 500.000
yang sangat laku dipasaran dan Indonesia menjadi negara penjual kerang
abalon yang sering di beli oleh negara jepang. Abalon memiliki tujuh spesies
yang tersebar di Indonesia. Abalon tersebar dibeberapa tempat pada Indonesia
Timur yaitu Ambon dan Sulawesi, pada Indonesia Tengah yaitu Bali dan Lombok,
serta pada pesisir selatan Pulau Jawa (Permana et al., 2017).
Abalon diproduksi dengan cara penangkapan langsung dari alam. Kegiatan
penangkapan dengan cara yang salah dapat mengancam kelestarian kerang
abalon. Akibat kegiatan tersebut perlu dilakukan budidaya secara terkontrol.
Budidaya ini dilakukan karena permintaan dan kebutuhan pasar yang setiap
tahun meningkat. Abalon memiliki kandungan protein yang cukup tinggi sebesar
79,99%, kandungan lemak 3,24%, abalon dengan kandungan tersebut diyakini
dapat digunakan sebagai obat penyakit ginjal. Selain mengandung gizi yang
cukup baik cangkang abalon dapat dimanfaatkan sebagai kerajinan seperti
perhiasan dan hiasan rumah. Banyaknya pemanfaatan dari kerang abalon
sehingga sangat memungkinkan untuk dilakukan budidaya guna memenuhi
permintaan pasar (Loekman et al., 2018).
Budidaya kerang abalon memiliki beberapa kegiatan penting salah satunya
adalah pemeliharaan induk kerang abalon. Pemeliharaan induk kerang abalon
dilakukan untuk sebuah tahapan yaitu seleksi induk. Seleksi induk bertujuan
untuk mematangkan gonad. Induk dipelihara secara terpisah antara jantan dan
betina untuk menghindari terjadinya pemijahan masal. Pemeliharaan induk
dilakukan hingga gonad matang dan siap untuk dipijahkan. Pemeliharaan larva
yang dilakukan di bak beton diberi sirkulasi air yang dapat menjaga kualitas air
dan aerasi dengan pengaturan kecil. Larva abalon dilakukan pemeliharaan
selama 2 bulan sampai larva berubah menjadi benih dengan ukuran 1 cm
(Andriyanto dan Listyanto, 2010).
Kerang abalon telah di budidayakan dibeberapa tempat yakni di Balai
Budidaya Bali, serta Balai Perikanan dan Budidaya Laut (BPBL) Lombok. Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Lombok Sekotong Barat, Lombok Barat, Nusa
Tenggara Barat pada tahun 2002 memulai pengembangan usaha budidaya
kerang abalon yang dilakukan dengan perekayasaan. BPBL Lombok Barat
mengharapkan menjadi penyuplai benih dengan teknologi terbaru yang dapat
diaplikasikan oleh pembudidaya kerang abalon. BPBL Lombok Barat menjadi
lokasi yang tepat untuk dijadikan rujukan melaksanakan praktik kerja lapang PKL
karena produksi yang berjalan secara terus menerus, sehingga penulis
melaksanakan kegiatan teknik pembesaran induk kerang abalon (Haliotis
squamata) sebabagi praktik kerja lapang (PKL) di Balai Perikanan Budidaya Laut
(BPBL) Sekotong Barat, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
WELLA MAFAZATUL HURRIYAH
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords KERANG ABALON
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 02:48
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18221

Actions (login required)

View Item
View Item