TRUNOJOYO-KP-27471-200311100064-Ratna Nurshakti Putri_200311100064_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
Abstract
Buah naga merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki daya tarik
tersendiri dan bernilai ekonomis tinggi. Tanaman buah naga (Hylocereus
costaricensis) tergolong dalam famili Cactaceae atau kaktus. Dari sejumlah
spesies kaktus, buahnya yang paling banyak dibudidayakan secara komersial
adalah kelompok dari subfamili Hylocereanea, terutama dari genus Hylocereus,
salah satunya adalah Hylocereus polyrhizus yang berdaging merah berkulit merah
(Samadi, 2013). Tanaman ini memiliki tulang daun yang banyak mengandung air
sehingga tahan panas. Tanaman buah naga membutuhkan cahaya penuh atau tanpa
naungan karena naungan akan menghambat pertumbuhan tanaman dan produksi
buahnya.
Di sisi lain, Indonesia memiliki permintaan buah naga yang semakin
bertambah (Shofiana et al., 2013). Indonesia membutuhkan 200–400 ton buah
naga setiap tahunnya. Namun, kebutuhan buah naga yang dapat dipenuhi masih
kurang dari 50%. Oleh karena itu, diperlukan penyediaan bibit yang cukup dan
berkualitas serta tepat guna produksinya, sehingga kebutuhan permintaan buah
naga dapat terpenuhi dengan baik. Agar bibit tetap tersedia, maka perlu dilakukan
tindakan perbanyakan atau pembudidayaan tanaman (Shofiana et al., 2013).
Namun, penyediaan bibit bermutu masih belum optimal. Padahal, bibit merupakan
komponen penting dalam proses budidaya. Terdapat dua cara untuk
memperbanyak tanaman buah naga, yaitu secara vegetatif dan generatif.
Perbanyakan secara generatif dengan menggunakan biji tidak banyak dilakukan
karena membutuhkan waktu lebih lama untuk berbuah, yaitu sekitar 1-2 tahun. Sabila Farm adalah perusahaan holtikultura dan agrowisata, khususnya
buah buahan yang terletak di di Jalan Kaliurang KM 18,5, Dusun Kertodadi
Pakem, Desa Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman,
Yogyakarta. Lokasi kebun yang berada di lereng Gunung Merapi mengakibatkan
tanah di lahan kebun Sabila Farm menjadi subur akibat pengaruh letusan gunung
berapi yang menyalurkan bahan organik sebagai penyubur tanah. Desa
Pakembinangun terletak di ketinggian antara 398-976 mdpl dengan suhu rata-rata
23-30oC. UD. Sabila Farm membudidayakan beberapa komoditas buah-buahan,
antara lain alpukat, srikaya jumbo, lemon tanpa biji, pepaya, sirsak, dan buah
naga. Buah yang paling terkenal di Sabila Farm yakni buah naga. Beberapa
varietas buah naga, antara lain buah naga merah, putih, kuning, dan super merah.
Lokasi kebun terbagi menjadi dua, yaitu di Dusun Pakembinangun dan di Dusun
Cilikan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM RATNA NURSHAKTI PUTRI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | BUAH NAGA |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 02:46 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18209 |
