TEKNIK PERAWATAN PADA TANAMAN ANGGREK CATTLEYA (Cattleya sp.) DI DD ORCHID NURSERY DESA DADAREJO KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU

SITI NURKORIAH (2023) TEKNIK PERAWATAN PADA TANAMAN ANGGREK CATTLEYA (Cattleya sp.) DI DD ORCHID NURSERY DESA DADAREJO KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27466-200311100084-Siti Nurkoriah_200311100084_Laporan PKL .pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27466-200311100084-Siti Nurkoriah_200311100084_Laporan PKL .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Indonesia mempunyai keanekaragaman hayati yang banyak. Salah
satunya adalah tanaman anggrek. Tanaman anggrek memiliki beragam jenis
nya dan sudah hampir tersebar luas secara merata di seluruh pulau di
Indonesia. Tanaman anggrek merupakan komoditas yang bernilai ekonomi
tinggi dan mempunyai peluang untuk dibudidayakan. Tanaman anggrek
mempunyai keunikan yang bisa dilihat dari warna bunga, jenis bunga, bentuk
bunga, warna daun, jumlah daun, bentuk daun, besar tanaman dan besar
batangnya. Anggrek tidak hanya dimanfaatkan sebagai tanaman kebun akan
tetapi dapat juga digunakan untuk upacara keagamaan, upacara selamat,
hiasan, dekorasi ruangan dan lain sebagainya.
Pertumbuhan pada tanaman anggrek termasuk lambat sehingga
memerlukan perawatan yang cukup intensif. Perawatan anggrek meliputi
penyiraman, pemupukan dan pemberantasan hama penyakit. Perawatan yang
intensif dapat menggunakan pemupukan dan penggunaan media tanam yang
sesuai selain itu penyiraman harus benar karena dengan cara yang keliru dapat
mengakibatkan anggrek rusak atau mati.
Penyiraman pada tanaman anggrek dapat ditentukan dengan melihat
kondisi cuaca pada saat itu. Pada musim hujan penyiraman jarang dilakukan
sedangkan pada musim kemarau penyiraman sering dilakukan. Cara
penyiraman yang baik yaitu dengan melalui penyemprot yang memiliki nozel
karena dapat mempermudah pengaturan butiran air, sehingga tidak
menghanyutkan media tumbuh, merusak batang dan bunga (Rohman, 2019).
Perkembangan dan pertumbuhan tanaman anggrek dapat dipacu
dengan proses pemupukan yang mengandung unsur hara makro dan mikro.
Pemupukan dapat melalui akar dan daun. Penyerapan hara melalui pemupukan
pada daun lebih efektif dibandingkan melalui akar karena biasanya
pengaplikasian pupuk dilakukan dalam bentuk larutan sehingga dapat diserap
oleh organ-organ tanaman yang terekspos saat pemupukan itu dilakukan
seperti daun,batang dan akar (Ayuningtyas et al, 2020) Tanaman anggrek juga dapat terserang hama dan penyakit, sehingga
perlunya pengendalian. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara mekanis,
perbaikan sanitasi, kultur jaringan. Jika dari ketiga cara tersebut kurang
berhasil maka dapat dilakukan pengendalian dengan cara kimiawi yaitu
dengan menggunakan pestisida yang aman bagi tanaman.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
SITI NURKORIAH
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords ANGGREK
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 02:44
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18200

Actions (login required)

View Item
View Item