TRUNOJOYO-KP-27465-200341100084-Achmat Kurniawan Tri Wibowo#200341100084#PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
Abstract
Potensi budidaya perikanan tambak dan laut Indonesia berdasarkan data KKP
(2022) memiliki total produksi perikanan triwulan I-2022 ialah sebesar 5,89 juta ton,
yang terdiri dari produksi perikanan tangkap sebanyak 1,90 juta ton dan perikanan
budidaya sebanyak 3,99 juta ton. Teripang, udang, ikan, kerang, dan rumput laut
merupakan contoh komoditas budidaya yang memiliki potensi penjualan tinggi
dipasaran. Ikan laut seperti ikan kerapu merupakan ikan laut dengan prospek
perkembangan yang cukup menjanjikan. Ikan kerapu adalah salah satu komoditas
penting karena bersifat Export Oriented yang artinya ketika nilai tukar dollar menguat,
nilai jual ikan ini juga semakin tinggi (Rahmaningsih dan agung, 2013).
Ikan kerapu mempunyai bermacam jenis аntаrа lаіn ikan kerapu macan, ikan
kerapu tikus/bebek, ikan kerapu kertang, ikan kerapu sunu, ikan kerapu lumpur dan
lain-lain. Dаrі sekian banyak jenis ikan kerapu, teknologi budidaya ikan kerapu telah
banyak dikuasai, baik dаrі segi pembenihannya ataupun pembesarannya. Sekarang
telah berkembang ikan kerapu jenis baru, hasil persilangan аntаrа beberapa jenis
kerapu. Kerapu cantang аdаlаh kerapu hasil persilangan kerapu macan dan kerapu
kertang (Faozan et al., 2019). Menurut Rahmaningsih dan Ari (2013) Ikan kerapu
cantang mempunyai pertumbuhan yang lebih cepat dibanding dengan ikan kerapu
jenis lain, kerapu cantang dapat sampai berat 5-7 ons/ekor dalam waktu 7 bulan.
Pakan ikan merupakan unsur terpenting karena sebagai faktor pembatas
dalam usaha budidaya. Ketersediaan pakan ikan yang baik secara kualitas maupun
kuantitas menjadi suatu kunci dalam keberhasilan budidaya ikan. Pertumbuhan serta
kelangsungan hidup ikan budidaya tergantung dari pakan yang diberikan. Pakan
sebagai penyedia energi bagi ikan dalam melakukan aktifitas, berkembang, dan
reproduksi. Pemberian pakan yang nutrisinya kurang baik akan menurunkan
kelangsungan. hidup ikan dan memperlambat pertumbuhan ikan, bahkan dapat
menimbulkan penyakit karena kekurangan gizi (malnutrisi). Pakan merupakan biaya
terbesar dalam kegiatan budidaya yakni sekitar 60-70% dari total biaya produksi.
Biaya produksi yang besar dapat ditekan dengan manajemen pemberian pakan
secara efisien baik dalam pemilihan jenis, jadwal, jumlah dan cara pemberian pakan
yang sesuai dengan kebiasaan dan kebutuhan ikan (Wardhani et al., 2011). Praktik kerja lapang ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan ikan kerapu cantang
pada Hatchery Skala Rumah Tangga (HSRT) Bancar Mutiara Pantai.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Achmat Kurniawan Tri Wibowo |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | IKAN KERAPU |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 02:44 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18198 |
