TRUNOJOYO-KP-27461-200311100089-Tasya Indriyani R_200311100089_laporan pkl.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Tanaman anggrek merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura
yang tergolong sebagai tanaman hias, tanaman ini sudah dikenal oleh berbagai
negara karena keindahan warna dan bentuk bunganya. Bunga dari tanaman
anggrek bukan hanya dijadikan sebagai dekorasi ruangan, tetapi dapat
dimanfaatkan dalam kegiatan upacara keagamaan. Nilai ekonomi dari bunga
anggrek cukup tinggi, permintaan pasar juga terus mengalami kenaikan baik dari
dalam maupun luar negeri. Tanaman anggrek tergolong tanaman hias yang
pertumbuhannya relatif lambat jika dibandingkan dengan tanaman hias lainnya,
dalam kegiatan budidaya tanaman anggrek memerlukan perawatan yang intensif
karena kondisi lingkungan harus benar-benar diperhatikan untuk menunjang
pertumbuhan dan perkembangan tanaman anggrek (Apriliyania Baiq, 2021).
Permintaan pasar tanaman hias, berkaitan erat dengan kesejahteraan hidup
masyarakat yang beriringan dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya
kenyamanan lingkungan hidup. Hal tersebut berpengaruh terhadap permintaan
bibit tanaman dengan varietas unggul, untuk mendapatkan varietas unggul
tersebut perbanyakan tanaman anggrek dapat dilakukan dengan teknik kultur
jaringan. Kultur jaringan merupakan teknik yang efektif untuk perbanyakan
tanaman secara vegetatif, meskipun bunga tanaman anggrek menghasilkan polong
akan tetapi hampir semua jenis tanaman anggrek tidak dapat dilakukan
perbanyakan secara generatif. Metode kultur jaringan ini akan membantu tanaman
anggrek melakukan perbanyakan secara cepat, teknik ini akan berhasil apabila
prosedur dilakukan secara tepat (Sumarta et al., 2021).
Kultur jaringan merupakan perbanyakan tanaman yang dilakukan dengan
memisahkan jaringan vegetatif tanaman seperti daun, mata tunas, batang, maupun
akar. Jaringan-jaringan tersebut kemudian dikembangkan pada media buatan
dalam kondisi aseptik yang diberi nutrisi dan zat pengatur tumbuh tanaman pada
wadah yang tertutup dan tembus cahaya. Bagian-bagian tanaman tersebut akan
memperbanyak diri hingga tumbuh menjadi tanaman baru yang lengkap dan
memiliki sifat yang identik dengan induknya (Utami et al., 2022). Pemilihan media tanam menjadi salah satu syarat penting yang harus
diperhatikan dalam kultur jaringan, selain itu pemilihan bahan tanam, pemberian
udara, dan keadaan aseptik juga menunjang keberhasilan dari teknik kultur
jaringan. Salah satu tahapan penting dalam perbanyakan tanaman dengan teknik
kultur jaringan yaitu aklimatisasi. Aklimatisasi merupakan sebuah tahapan dimana
planlet akan melakukan penyesuaian atau adaptasi terhadap perubahan lingkungan
tumbuhnya yang pada awalnya heterotrof menjadi lingkungan autotrof. Tahapan
aklimatisasi dilakukan dengan tujuan agar tanaman yang sebelumnya hidup di
dalam botol kultur yang mana kebutuhan tanaman disuplai secara lengkap akan
tetap mampu bertahan hidup dengan sendirinya dan dapat melakukan proses
fotosintesis pada lingkungan eksternal (Yosepa et al., 2012).
Menurut Wulandari Dwi (2014) salah satu faktor penting yang
mempengaruhi keberhasilan tahapan aklimatisasi yaitu media tanam yang
digunakan, dan pupuk yang diberikan. Unsur utama yang harus dipenuhi pada
tanaman anggrek yaitu unsur nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Unsur N
berperan dalam laju pertumbuhan vegetatif tanaman, unsur P merangsang
perkembangan generatif dan inisiasi akar, sedangkan unsur K berperan sebagai
katalisator. Keberhasilan dari teknik aklimatisasi bergantung dengan kontrol
kondisi lingkungan yang diberikan dan penanganan mengeluarkan planlet
tanaman anggrek dari botol kultur.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM TASYA INDRIYANI ROMADHONA |
| Department | Agribisnis |
| Uncontrolled Keywords | ANGGREK |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 02:43 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18192 |
