TRUNOJOYO-KP-27454-200311100027-Laporan PKL_Putri Sabarita Br Giawa.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (9MB)
Abstract
Tanaman okra hijau atau Abelmoschus esculentus L. adalah salah satu jenis
tanaman hortikultura yang sudah banyak ditanam dan dipanen diberbagai wilayah
termasuk negara Indonesia, okra termasuk tanaman sayuran komersial milik
keluarga Malvaceae yang juga termasuk dalam keluarga dari beberapa tanaman
seperti tanaman jarak, kakao dan kapas. Malvaceae Okra mempunyai bagian
vegetatif seperti akar, batang dan daun. Akar okra termasuk kedalam jenis akar
tunggang yang kuat dan dapat tumbuh sangat panjang, batang okra berbentuk tegak,
bercabang dan dapat tumbuh mencapai ketinggian 2-3 meter dan daun okra
berbentuk jari-jari dengan ujung meruncing dan tepi bergigi. Tanaman okra
(Abelmoschus esculentus L.) termasuk ke dalam golongan tanaman berbunga, hal
ini dapat dilihat dari bunga yang berkembang dan menghasilkan biji tertutup
(Sorapong B, 2013). Tanaman okra dapat tumbuh dengan baik pada daerah yang
berhawa panas dengan curah hujan yang cukup berkisar 500-800 mm per tahun, dengan pola hujan yang teratur dan terdistribusi fengan baik. Meskipun tanaman
okra dapat tumbuh di daerah yang panas dan lembap, tanaman ini juga dapat
tumbuh di daerah yang relatif dingin dengan curah hujan yang sesuai. Tanaman
okra dapat bertahan pada suhu udara antara 10-35 derajat Celsius, dengan suhu
optimal sekitar 25-30 derajat Celsius. Namun, jika suhu udara terlalu rendah atau
terlalu tinggi, pertumbuhan tanaman okra dapat terhambat dan produksi buahnya
dapat menurun. Pertumbuhan tanaman okra (Abelmoschus esculentus L.) saat ini
sudah cukup tersebar luas di seluruh dunia dan hampir dapat tumbuh di seluruh
bagian dunia yang memiliki cukup air dan suhu yang cukup hangat.
Okra (Abelmoschus esculentus L.) merupakan salah satu tanaman
hortikultura yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh manusia karena
okra mengandung potensi yang baik untuk kesehatan tubuh. Hal ini karena okra
mengandung berbagai macam mineral, seperti kalium, magnesium, tembaga, seng,
fosfor dan kalsium. Juga mengandung berbagai jenis vitamin, mulai dari vitamin A,
B, C, hingga vitamin K selain itu okra juga bagus dikonsumsi bagi penderita
diabetes sehingga bisa merunkan kadar gula dalam darah, okra juga dapat berguna
dalam menstabilkan kadar gula darah (Kumar et al.2013).
Pada dasarnya teknik dan waktu pemanenan tanaman okra juga berpengaruh
untuk menentukan kualitas dan nilai jual okra. Nilai jual okra yang berbeda
didasarkan pada kesegaran, kelembutan, warna, bentuk, pembusukan, bekas luka,
memar, luka, serangga, kotoran dan lainnya, maka dari itu pada saat melakukan
pemanenan harus lah dilakukan dengan hati-hati, proses panen juga harus
diselesaikan pada waktu terdingin hari itu, yang biasanya di pagi hari, dan hasil
okra yang sudah di panen harus tetap dinaungi di lapangan. Dalam proses panen
hingga pascapanen produk harus ditangani dengan lembut, jika pada saat
melakukan pemanenen kita hati-hati maka akan berdampak besar bagi perusahaan
yakni akan terjadi Efisiensi pemasaran dan pengembalian dari produksi okra
dipertimbangkan. Dalam budidaya okra proses serta teknik pemanenen sangat
penting agar kita mengetahui buah okra yang siap untuk dipanen seperti apa
kriterianya, buah okra dipanen ketika masih muda dan belum terlalu keras, karena
pada saat itu bijinya masih lunak dan tekstur daging buahnya masih empuk. (Aplug
et al. 2019)
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM PUTRI SABARITA BR GIAWA |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | OKRA |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 02:41 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18179 |
