PENGENDALIAN BERCAK DAUN CERCOSPORA PADA TANAMAN OKRA (Abelmoschus Esculentus L.) DI PT. MITRATANI DUA TUJUH JEMBER

NADIYA MUFIDA (2023) PENGENDALIAN BERCAK DAUN CERCOSPORA PADA TANAMAN OKRA (Abelmoschus Esculentus L.) DI PT. MITRATANI DUA TUJUH JEMBER. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27453-200311100024-Nadiya Mufida_20031110024_Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27453-200311100024-Nadiya Mufida_20031110024_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (12MB)

Abstract

Perguruan tinggi merupakan lembaga pendidikan yang memiliki peran
penting dalam upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM). Untuk
memasuki dunia kerja, seorang harus memiliki kemampuan dasar seperti
pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa lulus
berbekal kecerdasan intelektual saja tidak cukup. Oleh karena itu, sebuah program
Praktik Kerja Lapangan menjadi sangat penting sebagai sarana pembelajaran bagi
mahasiswa untuk memperoleh ketiga kemampuan dasar tersebut dalam dunia kerja
(Ari dan Bambang, 2021). PT. Mitratani Dua Tujuh Jember merupakan perusahaan
agroindustri yang mengembangkan budidaya kedelai edamame dan okra dengan
skala besar dan hasil komoditinya diekspor ke berbagai negara terutama jepang.
Standar kualitas produk yang di ekspor ke Jepang adalah okra yang sudah
disepakati oleh Jepang dengan perusahaan yaitu okra Standart Quality (SQ) yang
mempunyai beberapa ketentuan.
Okra (Abelmoschus esculentus L.) merupakan tanaman sayuran fungsional
yang tumbuh banyak di daerah beriklim tropis dan subtropis. Tanaman okra
memiliki banyak manfaat dan nilai ekonomi yang tinggi karena digunakan dalam
berbagai keperluan sebagai serat makanan, pembuatan kertas, dan pakan ternak.
Tanaman okra banyak mengandung lemak jenuh, karbohidrat, protein, vitamin A,
B6, B12, folat, ribofalvin, niasin, asam pentotenat, Vitamin C, dan E, juga
mengandung magnesium, fosfor, kalium, seng, natrium, tembaga, mangan, dan
selenium (Hasan et al., 2018). Okra telah dibudidayakan di Indonesia sejak tahun
1877. Produksi okra Indonesia lebih banyak diekspor daripada dijual di dalam
negeri. Okra yang diproduksi pada tahun 2017 dijual secara lokal dalam bentuk
okra beku siap saji 30 persen, dan 70 persen dari total produksi sekitar 1.500 ton
diekspor ke Jepang, Taiwan, Australia, dan negara lainnya. Okra memiliki prospek
pengembangan yang baik di Indonesia, dan sesuai dengan kebutuhan pasar,
pengembangan okra harus fokus pada produksi kualitas yang tinggi. Kualitas dapat
dinilai dari penampilan (ukuran, warna, bentuk), nilai gizi dan kandungan bioaktif
yang terkandung (Millah et al., 2022). Budidaya okra di Indonesia sering mengalami serangan penyakit yang dapat
mengurangi hasil panen dan kualitas buahnya. Salah satu penyakit yang sering
menyerang tanaman okra adalah penyakit bercak daun. Penyakit Bercak daun pada
okra dapat menyebar dengan cepat dan menyebabkan kerugian yang signifikan
pada petani. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian
penyakit Bercak daun pada okra agar dapat meningkatkan produksi dan kualitas
buah okra (Hasan et al., 2018).

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
NADIYA MUFIDA
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords OKRA
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 02:41
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18177

Actions (login required)

View Item
View Item