TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27448-ABSTRAK.pdf
Download (209kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27448-COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (693kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27448-Chapter1.pdf
Download (245kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27448-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (392kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27448-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (298kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27448-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (495kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27448-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (111kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27448-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (319kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27448-Appendicess.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (726kB)
Abstract
Mengkonsumsi makanan halal merupakan hal yang wajib bagi umat Islam, Bahan makanan yang dibutuhkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan sangatlah beragam, salah satunya adalah protein yang diperoleh dari ikan, terutama daging yang menjadi salah satu bahan pokok makanan. Islam mempunyai aturan tegas yang menyatakan bahwa diharamkan memakan sebagian hewan tanpa adanya sembelihan terlebih dahulu. Penyembelihan merupakan syarat kehalalan hewan darat yang boleh dikonsumsi. Pemotongan hewan secara baik dan benar belum tentu menjamin produk daging yang dihasilkan halal sepenuhnya. Rumah potong hewan/Rumah jagal harus memenuhi standar islam serta kelayakan yang ditetapkan pemerintah, sesuai dengan apa yang telah diatur dalam Fatwa MUI No. 12 Tahun 2009 tentang Standart Sertifikasi Penyembelihan Halal.rnJenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif Menggunakan pendekatan empiris normatif untuk menggambarkan dan mengamati kondisi yang dilihat dilapangan secara langsung. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data primer yang diperoleh peneliti dengan melakukan observasi serta wawancara langsung dengan narasumber yang berkaitan dengan penelitian ini.rnHasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penyembelihan ada yang telah sesuai dengan apa yang sudah ditentukan dalam Fatwa MUI diatas yaitu para petugas sudah termasuk baligh dan memiliki keahlian dalam menyembelih. Melakukan proses penyembelihan dengan menyebut nama Allah atau membaca Basmalah sebelum melakukan penyembelihan dengan mengalirkan darah melalui pemotongan saluran makanan atau kerongkongan (mari’), saluran pernafasan atau tenggorokan (hulqum), dan dua pembuluh darah (vena dan arteri). Secara umum penyembelihan harus sesuai dengan fatwa yang sudah ditentukan, setelah melakukan penelitian didapati penyembelihan yang dilakukan secara dua kali dimana hal tersebut belum sesuai dengan ketentuan Fatwa MUI No.12 Tahun 2009 Tentang Standar Sertifikasi Penyembelihan Halal yaitu adanya hewan yang sembelihannya dilakukan secara dua kali, karena kurangnya kehati-hatian serta tidak adanya pengecekan ulang terhadap sapi yang sudah dipotong. Sehingga petugas sembelihan tidak dapat memastikan adanya sisa hidup sapi yang masih tertinggal.rnKata kuci: Makanan halal, penyembelihan hewan, fatwa mui no 12 thn 2009
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM LINNIYATIN |
| Department | Hukum Bisnis Syariah |
| Uncontrolled Keywords | Makanan halal;penyembelihan hewan;fatwa mui no 12 thn 2009 |
| Divisions | Fakultas Ilmu Keislaman > S1 - Hukum Bisnis Syariah |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 02:39 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18165 |
