TRUNOJOYO-KP-27446-200311100115-Taufan Romadhani_200311100115_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Budidaya hidroponik menggunakan sistem Nutrient Film Technique
(NFT) di Kebunsayur Surabaya memiliki beberapa tahapan kegiatan, yaitu
pengenalan umum lokasi PKL, praktik langsung, wawancara, dokumentasi,
studi pustaka. Kegiatan PKL diantaranya pembersihan talang tanaman,
pembuatan larutan hara, penyemaian bahan tanam, penanaman, pemeliharaan,
dan pemanenan. Pemeliharaan tanaman yang dilakukan yaitu pengecekan
instalasi tanaman hidroponik, pembersihan talang tanaman, pengantian air
pada tandon setiap 2 minggu sekali, pengecekan larutan nutrisi, pengecekan
kondisi tanaman, pengandilan hama penyakit.
Selain itu teknik penanaman hidroponik mempunyai sistem yang ramah
lingkungan dalam budidaya tanaman. (Izzuddin, 2016; Roidah, 2014). Teknik
menanam hidroponik tidak hanya diterapkan pada semua jenis tanaman
budidaya, akan tetapi beberapa tanaman saja yang cocok dan mampu tumbuh
dengan subur dengan hasil yang memuaskan. Jenis hidroponik sangat
beragama meliputi sistem irigasi tetes, sistem wich dan sistem NFT (Nutrient
Film Tehnique). Dalam hal ini kami melakukan kegaiatan PKL (Praktek Kerja
Lapang) di fasilitasi dalam bentuk kegiatan budidaya hidroponik menggunakan
sistem NFT (Nutrient Film Tehnique).
Hidroponik sistem NFT (Nutrient Film Tehnique) dapat di gunakan
pada kegiatan budidaya tanaman karena sistem ini meanfaatkan air yang
tersirkulasi selama 24 jam terus-menerus sehingga akar tanaman memperoleh
banyak aliran air, nutrisi, dan oksigen guna mempercepat pada pertumbuhan
tanaman. (Pancawati Yulianto, 2016). Penyerapan larutan nutrisi merupakan
bagian terpenting dalam budidaya hidroponik sistem NFT. Pada bagian ini yang sangatlah menetukan adalah aliran dangkal bernutrisi yang secara terus-
menerus melewati pertumbuhan akar tanaman (Ilhamdi dkk., 2018). Keuntungan budidaya tanaman menggunakan teknik hidroponik yakni
tidak membutuhkan media tanah dan aliran air terus-menerus bersirkulasi di
dalam sistem. Selain itu teknik ini mudah dalam memberikan nutrisi, cara
panen, tanaman lebih steril dan bersih dari tumbuhan pengganggu. Hal ini sejalan dengan penelitian Syawaludin dan Harahap (2016) yang dimana media
tanam rockwool merupakan media tanam dalam penelitian hidroponik system
sumbu yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil produksi
tanaman.
Penerapan teknologi diawali dengan adanya pemberdayaan masyarakat
pertanian. Masyarakat yang bertani sangatlah berkurang karena dianggap
masih menggunakan teknologi tradisional. Maka dari itu pemberdayaan
masyarakat sangatlah penting dilakukan supaya bisa menuju masyarakat yang
mandiri dan lebih memilih berpindah ke sektor industri dengan teknologi masa
kini
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM TAUFAN ROMADHANI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | HIDROPONIK |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 02:38 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18161 |
