BUDIDAYA TANAMAN SIRSAK RATU (Annona Muricata L.) DI UD. SABILA FARM, YOGYAKARTA

RIZQON TRI MULYONO (2023) BUDIDAYA TANAMAN SIRSAK RATU (Annona Muricata L.) DI UD. SABILA FARM, YOGYAKARTA. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27444-200311100119-Rizqon Tri Mulyono_200311100119_Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27444-200311100119-Rizqon Tri Mulyono_200311100119_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Sirsak merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Selatan. Saat ini di
Indonesia dikenal dua kultivar sirsak yang berbeda. Pertama, sirsak yang rasanya
manis asam dan banyak bijinya, jenis ini tersebar luas diseluruh Indonesia. Kedua,
sirsak yang rasanya manis, lengket di lidah dan memiliki biji yang sedikit, jenis ini
dikenal dengan sebutan sirsak ratu karena banyak ditemukan di Pelabuhan Ratu dan
baru dikembangkan dalam jumlah kecil di daerah sukabumi dan sekitarnya.
Tanaman sirsak merupakan salah satu tanaman tahunan yang kaya nutrisi
dan memiliki rasa manis dan sedikit asam dengan kandungan vitamin C yang cukup
tinggi serta memiliki kandungan karbohidrat. Setiap bagian tanaman sirsak seperti
kulit batang, daun, akar, daging buah dan juga benih dapat digunakan sebagai bahan
obat-obatan. Di Indonesia ada beberapa nama lain dari sirsak, seperti di jawa
dikenal dengan buah nangka sebrang dan nangka landa, di Sunda dikenal dengan
nama nangka walanda, di Madura nangka buris, di Bali srikaya jawa, di Lampung
jambu landa dan lain sebagainya.
Kandungan yang ada di dalam sirsak sendiri menjadi daya Tarik masyarakat
untuk mengkonsumsi buah sirsak. Buah sirsak mengandung banyak karbohidrat,
fruktosa, vitamin C, vitamin B1 dan B2, serta mengandung komponen lainnya yang
berperan sebagai antioksidan (Purwaningrum, 2014). Kandungan antioksidan dan
vitamin inilah yang tentunya banyak dicari oleh masyarakat, apalagi di era
pandemic seperti saat ini yang membutuhkan banyak asupan tubuh yang sehat.
Selain itu, tanaman sirsak sendiri dapat dimanfaatkan mulai dari batang, daun
hingga buahnya. Rasa manis asam dan aroma dari sirsak yang khas menjadi daya
Tarik sendiri. Namun demikian terkadang dari masyarakat kurang suka dengan rasa
asamnya, sirsak jenis ini disebut dengan sirsak local. Seiring berkembangnya
pengetahuan saat ini terdapat sirsak varietas ratu(Hidayat et al., 2018)
Produksi sirsak di Indonesia tergolong rendah bila dibandingkan dengan
tanaman buah lain seperti jeruk, mangga, pisang, durian dan manggis. Hingga saat
ini penyebab utamanya adalah para petani belum tertarik untuk membudidayakan
tanaman sirsak. Penyebab lainnya kurangnya peremajaan pohon sirsak yang sudah
tua. Komoditas ini berpotensi untuk dikembangkan dalam rangka pengembangan agroindustri dan agribisnis. Untuk mendukung pengembangan agroindustri buah
sirsak diperlukan peningkatan mutu buah dan penyediaan bibit atau benih yang
mencukupi (Sitepu, 2023).
Berdasarkan uraian diatas, maka perlu diketahui tentang teknik budidaya
sirsak ratu untuk memperoleh buah yang berkualitas dan memiliki mutu tinggi.
Oleh karena itu, dalam rangka memperoleh pengetahuan dan pengalaman mengenai
teknik budidaya sirsak ratu, maka dilakukan Praktik Kerja Lapang di UD Sabila
Farm yang bergerak di bidang produksi buah – buahan.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
RIZQON TRI MULYONO
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords SIRSAK RATU
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 02:38
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18158

Actions (login required)

View Item
View Item