SURVIVAL RATE TUKIK PENYU LEKANG (Lepidochelys Olicivea) DENGAN TINGKAT PEMBERIAN BOBOTPAKAN IKAN TERI YANG BERBEDA DI KONSERVASI PENYU TAMAN KILI KILI

ANISA NOVIANI (2023) SURVIVAL RATE TUKIK PENYU LEKANG (Lepidochelys Olicivea) DENGAN TINGKAT PEMBERIAN BOBOTPAKAN IKAN TERI YANG BERBEDA DI KONSERVASI PENYU TAMAN KILI KILI. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27440-200341100021-PKL_ANISA NOVIANI_021.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27440-200341100021-PKL_ANISA NOVIANI_021.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Penyu merupakan reptile laut yang mampu bermigrasi atau berpindah
tempat dengan jarak yang jauh di sepanjang Kawasan Samudera Hindia, Pasifik
dan Asia Tenggara, serta dikenal sebagai salah satu satwa yang terancam punah. Terdapat 7 jenis penyu di dunia dan 6 diantaranya terdapat di Indonesia. Macam-
macam jenis penyu yang terdapat di Indonesia yaitu Penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Lekang (Lepidochelys
olivacea), Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea), Penyu Pipih (Natator
depressus) dan Penyu Tempayan (Caretta caretta). Penyu lekang merupakan
salah satu penyu yag memiliki habitat di perairan Indonesia. Secara internasional
penyu lekang termasuk kategori terancam punah (endangered) yang ditetapkan
oleh IUCN (internasional for the conservation of nature).(I Komang Arya
Sentana Mahendra et al., 2021)
Penyu lekang merupakan reptile yang hidup dilaut serta mampu bermigrasi
dalam jarak jauh disepanjang Kawasan Samudra Hindia, Samudra pasifik dan Asia
Tenggara. Keberadaan yang telah lama terancam, baik oleh faktor alam maupun
faktor kegiatan manusia yang membahayakan populasi secara langsung maupun
tidak langsung. Pada saat tukik yang telah menjadi dewasa berenang kembali ke
ruaya pakan dipesisir dan tinggal didaerah tersebut sampai siap memijah, saat itu
pula siklus hidup penyu dimulai hal ini. Penyu lekang juga kerap diburu untuk
dijadikan makanan maupun obat obatan tradisional. Banyak sekali tantangan di
dalam survival rate tukik penyu lekang didukung oleh Ario (2016).
Konservasi penyu merupakan salah satu kegiatan yang mempunyai tujuan
untuk melestarikan penyu, baik habitat maupun satwanya. Konservasi juga
berperan sebagai kegiatan pencegahan adanya pemanfaatan penyu untuk
kepentingan komersional seperti penjualan daging penyu, telur penyu dan kerapas
penyu. Konservasi diharpakn dapat menjadi ajang edukasi bagi banyak orang
tentang pertumbuhan penyu, survival rate dan habitat penyu (Ario et al., 2016)
Salah satu masalah yang dihadapi oleh konservasi penyu lekang adalah
rentanya kematian tukik. Tukik pada massa pertumbuhan kurang mendapatkan
perhatian tentang jumlah pakan yang harus diterima. Pakan yang diberikan
cenderung jumlahnya bebas atau seadanya. Hal ini berkaitan dengan pengurus
konservasi yang kurang mengetahui cara pemberian pakan pada tukik karena pengetahuan yang masih sedikit dan konservasi yang kurang memadai (Br
Ginting et al., 2020)
Pemberian pakan penyu harus sesuai dengan bobot dari tukik untuk
membantu pertumbuhan tukik. Salah satu kegiatan penunjang untuk mengetahui
kesesuaian pakan terhadap pertumbuhan penyu dengan pemberian bobot pakan
teri yang berbeda. Pentingnya informasi terkait survival rate tukik penyu lekang
untuk mengetahui jumlah populasi dan keberhasilan suatu Lembaga konservasi
inilah yang melatarbelakangi kegiatan praktik kerja lapang di Konservasi Penyu
Taman Kili Kili (Hanipa et al., 2018)

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
ANISA NOVIANI
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords PENYU LEKANG
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 02:37
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18152

Actions (login required)

View Item
View Item