TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36865-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (132kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36865-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (338kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36865-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (262kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36865-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (555kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36865-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (239kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36865-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (373kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36865-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (164kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36865-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (203kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36865-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini menganalisis implementasi Fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) No. 108/DSN-MUI/X/2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah, dengan studi kasus pada destinasi wisata Pantai Biru di Tanjung Bumi, Bangkalan. Sebagai negara dengan peringkat teratas dalam Global Muslim Travel Index (GMTI), Indonesia memiliki standar dan ekspektasi tinggi dalam pengembangan pariwisata halal. Namun, terdapat kesenjangan signifikan antara strategi nasional dan implementasi di tingkat lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan data primer dari observasi dan wawancara dengan pengelola, karyawan, dan wisatawan, serta data sekunder dari dokumen terkait.rnHasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Pantai Biru mengusung jenama (branding) "wisata halal", implementasinya belum optimal dan tidak sepenuhnya sesuai dengan ketentuan Fatwa DSN-MUI. Kekuatan utama destinasi ini terletak pada inisiatif berbasis komunitas dan dampak ekonomi positif bagi masyarakat lokal. Namun, kelemahan mendasar ditemukan pada aspek-aspek krusial: fasilitas ibadah yang belum memadai, ketiadaan sertifikasi halal MUI untuk produk makanan dan minuman, serta kondisi infrastruktur yang mengalami deteriorasi dan mengancam keselamatan pengunjung. Kurangnya pemahaman mendalam dari para pemangku kepentingan lokal terhadap standar fatwa menjadi akar permasalahan utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pantai Biru merepresentasikan tantangan nyata dalam diseminasi dan penerapan standar pariwisata halal di tingkat akar rumput. Diperlukan sebuah model tata kelola kolaboratif yang melibatkan pemerintah daerah, DSN-MUI, dan akademisi untuk melakukan pendampingan, sertifikasi, dan pengembangan kapasitas guna menjembatani kesenjangan antara aspirasi nasional dan realitas di lapangan, sehingga dapat mewujudkan pariwisata ramah Muslim yang otentik dan berkelanjutan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ZAKARIYA FAHMI |
| Department | Hukum Bisnis Syariah |
| Uncontrolled Keywords | FATWA DSN MUI, MOSLEM FRIENDLY TORISM, WISATA HALAL |
| Divisions | Fakultas Ilmu Keislaman > S1 - Hukum Bisnis Syariah |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 02:36 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18140 |
