MANAJEMEN AGRIBISNIS KOMODITAS SELADA DAN PAKCOY DI PUSAT PELATIHAN PERTANIAN DAN PERDESAAN SWADAYA (P4S) HIKMAH FARM KEDIRI

TRI WULANDARI; ANGGI DWI WULANDARI; LAILY YUSNITA NOVIANDIKA (2023) MANAJEMEN AGRIBISNIS KOMODITAS SELADA DAN PAKCOY DI PUSAT PELATIHAN PERTANIAN DAN PERDESAAN SWADAYA (P4S) HIKMAH FARM KEDIRI. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27410-200321100060-LAPORAN PROPOSAL PKL P4S HIKMAH FARM.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27410-200321100060-LAPORAN PROPOSAL PKL P4S HIKMAH FARM.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Tanaman hortikultura menjadi salah satu komoditas yang diproduksi pada
sektor pertanian di Indonesia. Hortikultura adalah jenis tanaman potensial yang
mempunyai permintaan pasar dan nilai ekonomi yang tinggi. Maka dari itu,
tanaman hortikultura Indonesia menjadi salah satu komoditas yang memiliki
prospektif yang sangat baik untuk dikembangkan. Pembudidayaan dan
pengembangan tanaman hortikultura dapat dilakukan dengan penerapan
teknologi, memberdayakan kelembagaan untuk petani, penguatan modal
untuk usaha pertanian, fasilitas untuk promosi investasi dan produk, serta
pengadaan kerja sama (kemitraan) usaha antara produsen dengan pelaku
usaha baik di sentra produksi maupun pemasaran. Menurut BPS (2020)
subsektor hortikultura mempunyai kontribusi terhadap PDB pertanian dan
mengalami peningkatan sebesar 0,64 persen, pada tahun 2015 subsektor
holtikutura memiliki kontribusi sebesar 11,22 persen dan meningkat sebesar
11,86 persen di tahun 2019. Rata-rata subsektor hortikultura memiliki
kontribusi terhadap PDB pertanian sebesar 11,37 persen.
Di dalam pertanian, baik hortikultura maupun sub sektor lain, lahan
menjadi salah satu sumber daya utama untuk melakukan usaha di bidang
pertanian. Petani biasanya menggunakan tanah sebagai media utama dalam
membudidayakan serta mengembangkan hasil pertanian. Saat ini menanam
dengan sistem hidroponik menjadi alternatif yang muncul sebagai solusi bagi
pertanian pada lahan yang terbatas, terutama bagi daerah perkotaan (Endang
Sri Wahyuningsih, 2022). Bercocok tanam secara hidroponik memungkinkan
sayuran dapat dikembangkan di lahan yang kurang subur atau daerah sempit
dengan penduduk padat. Selain itu, hidroponik juga dapat diusahakan
sepanjang tahun tanpa bergantung pada keadaan musim sehingga harga jual hasil panen hidroponik relatif stabil. Pemeliharaan tanaman hidroponik
tergolong mudah karena tempat budidaya yang lebih bersih dan media tanam
steril (Herwibowo Budiana, 2014).
Salah satu motor penggerak usaha budidaya sayuran hidroponik adalah
Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Hikmah Farm yang
berlokasi di Jalan Kelapa Nomor 10, Desa Tretek, Kecamatan Pare,
Kabupaten Kediri. P4S Hikmah Farm sendiri merupakan lembaga yang
memiliki usaha di bidang penjualan sayur hidroponik, penjualan sarana dan
prasarana hidroponik seperti nutrisi AB Mix, media tanam hidroponik, instalasi
bahkan greenhouse. Alasan penulis melakukan Praktik Kerja Lapang (PKL) di
P4S Hikmah Farm Pare adalah karena lembaga masyarakat tersebut relevan
untuk menambah ilmu dan pengetahuan di bidang agribisnis di mana hal
tersebut merupakan bidang yang penulis pelajari. Selain itu, penulis ingin
mengetahui apakah ilmu yang didapat saat perkuliahan sesuai serta
bagaimana penerapan ilmu tersebut di lapang. Dengan mengikuti kegiatan
Praktik Kerja Lapang (PKL), diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan,
potensi, wawasan dan keterampilan penulis besok dalam dunia kerja.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
TRI WULANDARI; ANGGI DWI WULANDARI; LAILY YUSNITA NOVIANDIKA
Department Agribisnis
Uncontrolled Keywords SELADA; PAKCOY
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 02:23
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18081

Actions (login required)

View Item
View Item