PENANAMAN TEBU (Saccarum officinarum L.) DI PT. PG CANDI BARU

ABDURRAHMAN `ULUWIY (2023) PENANAMAN TEBU (Saccarum officinarum L.) DI PT. PG CANDI BARU. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27397-200311100083-Abdurrahman Uluwiy_083_Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27397-200311100083-Abdurrahman Uluwiy_083_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Perkebunan di Indonesia memiliki komoditas unggulan yang menjadi sektor
penting dalam meningkatkan perekonomian daerah dan nasional. Karet, kelapa sawit,
tebu, teh dan tembakau adalah komoditas perkebunan yang memiliki kontribusi besar
dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan negara (BPS, 2021). Tanaman
tebu (Saccharum officinarum L.) yang termasuk kedalam jenis rerumputan dan
merupakan famili Graminae serta dikenal sebagai penghasil gula (Kementerian
Pertanian, 2015). Gula sebagai salah satu kebutuhan pokok merupakan sumber kalori
yang relatif murah. Gula yang dihasilkan oleh tebu merupakan salah satu komoditas
strategis dalam perekonomian Indonesia. Industri gula berbasis tebu secara umum di
Indonesia sangat bergantung pada pasokan bahan baku tebu yang sebagian besar
masih mengandalkan tebu rakyat (Kementerian Pertanian, 2015).
Saat ini kebutuhan gula di Indonesia terus meningkat seiring dengan
meningkatnya jumlah penduduk Indonesia. Gula termasuk salah satu dari sembilan
bahan pangan utama yang dianggap penting, karena itu pemerintah berkewajiban
menyediakan gula dalam jumlah yang cukup dengan harga terjangkau (Khusrizal,
2020). Pemerintah melakukan upaya-upaya untuk memenuhi kebutuhan gula,
diantaranya dengan mendirikan pabrik gula (PG) serta memfasilitasi pihak swasta
untuk melakukan kegiatan serupa. Akibat dari upaya tersebut Indonesia dikenal
sebagai salah satu negara produsen gula, dan gula dijadikan sebagai bahan pangan
strategis. Namun produksi gula nasional semakin menurun, saat kebutuhan gula
mengalami meningkatan. Sejalan dengan data BPS (2021) mengenai produksi gula
pada tahun 2016 hingga 2020 yang cenderung menurun. Produksi gula mengalami
penurunan karena terjadi penurunan luas areal. Pada tahun 2020 produksi gula
sebesar 2,12 juta ton menurun sebesar 55,32 ribu ton (4,65%) dibandingkan tahun
2019. Selama lima tahun terakhir peningkatan hanya terjadi pada tahun 2019,
produksi gula sebesar 2,23 juta ton meningkat sebesar 55,33 ribu ton (2,55 persen)
dibandingkan tahun 2018 (BPS, 2021).
Produksi gula terbesar tahun 2020 berada di 5 provinsi yaitu Provinsi Jawa Timur,
Lampung, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Selatan (BPS, 2021). Pada
tahun 2020 produksi gula terbesar berasal dari Provinsi Jawa Timur yaitu sebesar
1,00 juta ton atau 47,24 persen dari total produksi gula Indonesia(BPS, 2021). PT. PG Candi Baru Sidoarjo merupakan salah satu pabrik gula terbesar dan tertua yang
berlokasi di Jawa timur. Pabrik gula yang tergabung kedalam BUMN RNI ini terletak
di Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa timur.
Proses pembuatan gula di PT PG Candi baru dilakukan semaksimal dan seefisien
mungkin agar dapat memproduksi gula dalam jumlah yang diinginkan. Salah satu
proses dalam pembuatan gula yaitu pengadaan bahan baku berupa tebu. Tebu yang
baik akan menghasilkan rendemen yang banyak dan dapat menghasilkan gula kristal
putih yang banyak pula. Salah satu aspek yang mempengaruhi hasil rendemen tebu
yaitu proses penanaman tebu.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
ABDURRAHMAN `ULUWIY
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords TEBU
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 02:12
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18034

Actions (login required)

View Item
View Item