TRUNOJOYO-KP-27396-200311100003-Rohmatul Auliya_003_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract
Tebu merupakan suatu tanaman yang memiliki peran penting untuk proses
pembuatan gula. Tanaman tebu ini biasanya dibudidayakan di lahan kering namun
bukan berarti tanaman tebu tidak membutuhkan air, ketersediaan air untuk tanaman
tebu harus cukup tidak kurang dan tidak lebih. Pada tahun (2020) menurut data BPS
produksi gula di Indonesia mencapai 2,12 juta ton, dengan status pengusahaan pada
perkebunan rakyat yaitu 56% atau sekitar 1,19 juta ton, perkebunan besar swasta
sebesar 32% atau sekitar 0,67 ton dan perkebunan besar negara yaitu 12% atau
sekitar 0,26 juta ton. Sedangkan menurut BPS tahun (2020), produsen gula di provinsi
memiliki presentasi masing masing dan yang tertinggi yaitu Jawa Timur 47,24%,
disusul oleh lampung yaitu 34,33 %, Jawa Tengah 5,98%, sumatera selatan 4,32%,
Sulawesi Selatan 2,60% dan sisanya sebesar 5,52%. Pada tahun 2020 menurut data
BPS terdapat sekitar 40 negara menjadi mangsa pasar ekspor gula negara Indonesia.
Negara yang menjadi pengimpor terbesar yaitu Vietnam dengan ekspor mencapai
17,12 ribu ton atau sekitar 37,58%, Filiphina dengan voleume ekspor gula dengan nilai
US$ 7,04 juta atau 9,60 ton, Myanmar, China, dan Papua Nugini.
Menurut Pusat Pengkajian Perdagangan dalam Negeri (2019) produksi gula
nasional dipasok oleh 48 pabrik gula yang merupakan miliki Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) serta 17 pabrik gula milik perusahaan swasta. Salah stau contoh
perusahaan pabrik gula milik BUMN yaitu PT. PG Candi Baru Sidoarjo. Untuk
menghasilkan produk gula yang berkualitas PT. PG Candi Baru Sidoarjo sangat
memperhatikan bahan baku yang digunakan. Untuk meningkatkan serta
mengoptimalkan hasil produksi yaitu melalui teknik budidaya yang tepat, selain itu
juga tahapan dalam pasca panen yang sangat diperhatikan dengan demikian hasil
produksi yang didapatkan akan maksimal. Salah satu hal yang penting untuk
mengoptimalkan hasil tebu yaitu melalui varietas tebu yang digunakan dalam proses
budidaya. Setiap varietas memiliki kelebihan dan kelemahan masing masing dan
memilki hasil yang berbeda, di PT PG Candi ini varietas unggulan yang digunakan
yaitu varietas KK atau Kidang Kencana karena memiliki rendemen gula yang baik.
Varietas yang tepat memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap produksi gula
yang dihasilkan di PT. PG Candi Baru Sidoarjo, oleh karena itu pemilihan varietas
tebu harus sesuai dengan kondisi lapang agar menghasilkan hasil sesuai yang diharapkan. Varietas tebu di PT.PG Candi Baru Sidarjo didapatkan dari P3GI (Pusat
Penelitian Perkebunan Gula Indonesia) Pasuruan, sehingga pemilihan varietas yang
digunakan di PT. PG Candi Baru selalu mengikuti sesuai yang dikeluarkan oleh P3GI
tersebut. Salah satu hal yang mendorong kami untuk melaksanakan PKL di PT PG
Candi Baru Sioarjo yaitu PT PG Candi Baru Sidoarjo merupakan salah satu pabrik
gula terbesar di Jawa Timur yang terletak di daerah Sidoarjo selain sebagai tempat
produksi gula PT PG Candi Baru juga memiliki kebun sendiri sehingga dapat
mengontrol sendiri tebu yang akan digunakan sebagai bahan baku gula.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ROHMATUL AULIYA |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | TEBU |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 02:12 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18033 |
