TRUNOJOYO-KP-27392-200311100034-ENIK KRISMAWATI 200311100034 LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (8MB)
Abstract
Tanaman sawi merupakan salah satu komoditi hortikultura yang memiliki
potensi tinggi untuk dikembangkan. Tanaman sawi termasuk tanaman bermarga
Brassica. Bagian tanaman yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat yaitu daun
atau bunganya yang dapat dijadikan sebagai bahan pangan (sayuran), baik dalam
keadaan segar maupun diolah. Adapun varietas unggul sawi yang banyak
dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia antara lain sawi putih atau sawi jabung,
sawi hijau dan sawi huma (Asyifa Eviyati, 2021).
Salah satu jenis tanaman sawi yang popular dan banyak dikonsumsi oleh
masyarakat diantara jenis tanaman sawi lainnya yaitu sawi putih. Hal ini karena
tanaman sawi putih banyak mengandung zat-zat gizi lengkap yang memenuhi
syarat untuk kebutuhan gizi masyarakat. Sawi putih banyak mengandung protein
sebanyak 2,3 g, lemak 0,3 g, karbohidrat 4,0 g, Ca 220 mg, P 38 mg, Fe 2,9 mg,
vitamin A 1940 mg, vitamin B 0,09 mg, dan vitamin C 102 mg (Kaka et al., 2015).
Selain itu, tanaman sawi putih memiliki rasa agak manis, renyah, dan paling enak,
sehingga permintaan sawi putih di pasaran sangat besar.
Produksi sawi di Indonesia pada tahun 2020 yaitu mencapai 667.473 ton
dan pada tahun 2021 meningkat hingga 727.467 ton. Salah satu daerah yang
menjadi sentra produksi sawi putih yaitu Jawa Timur dengan jumlah produksi
sebesar 77.716 ton pada 2020 dan 82.613 ton pada tahun 2021 (Badan Pusat
Statistik, 2022). Meningkatnya hasil produksi tanaman sawi putih ini dikarenakan
teknik budidaya tanaman sawi putih mudah dilakukan baik di dataran tinggi
maupun dataran rendah. Namun, dalam budidaya tanaman sawi putih terdapat
beberapa hal yang harus diperhatikan agar hasil produksi tanaman sawi putih dapat
optimal yaitu dengan penggunaan bibit unggul dan teknik pemeliharaan tanaman
yang tepat.
P4S Arboretum Farm merupakan lembaga masyarakat yang memiliki peran
aktif dalam pembangunan pertanian, khususnya di daerah Kecamatan Bumiaji,
Kota Batu. Salah satu tanaman yang dibudidayakan di P4S Arboretum Farm yaitu tanaman sawi putih. Adapun teknik budidaya tanaman sawi putih meliputi
penyiapan benih tanaman, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman,
pengendalian hama dan penyakit tanaman, pemanenan dan penanganan pasca
panen. Khususnya pada pemeliharaan tanaman dilakukan untuk meningkatkan hasil
produksi tanaman, mempertahankan kualitas dan mencegah terjadinya serangan
hama dan penyakit tanaman. Teknik pemeliharaan tanaman semestinya dilakukan
dengan tepat. Apabila teknik pemeliharaan yang dilakukan tidak dilakukan dengan
benar, maka akan berpengaruh pada hasil produksi dan kemajuan Swadaya. Oleh
sebab itu, diperlukan pengetahuan secara langsung mengenai teknik pemeliharaan
tanaman sawi putih dengan melakukan Praktik Kerja Lapang (PKL) di Pusat
Pelatihan Pertanian Pedesaan dan Swadaya (P4S) Arboretum Farm, Batu.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Enik Krismawati |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | SAWI PUTIH |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 02:10 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18022 |
