TRUNOJOYO-KP-27389-200321100031-Nurul Falahah_200321100031_PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Tanaman selada keriting adalah salah satu tanaman hortikultura yang dikenal
(Mulatsih et al., 2021). Berbagai sumber mineral, vitamin A, vitamin C, dan serat
dapat ditemukan pada tumbuhan jenis ini. Sayuran ini merupakan salah satu
sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena kandungan gizinya yang tinggi
(Dirgantara, 2019). Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020,
Indonesia memproduksi 663.832 ton selada pada tahun 2020.
Menurut Setiawan (2018), munculnya berbagai penyakit baru dan
meningkatnya kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya menjaga pola
hidup sehat telah mendorong sejumlah produsen bahan makanan untuk kembali
menggunakan proses alami. Sayuran organik juga semakin banyak dicari dan
diminati. Memproduksi produk makanan pertanian yang aman adalah tujuan
utama dari sayuran organik. Permintaan selada semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya memenuhi
kebutuhan gizinya. Akibatnya, tanaman ini cocok untuk dibudidayakan.
Salah satu pendekatan untuk menyediakan sayuran organik yang dibutuhkan
masyarakat adalah menanam selada secara hidroponik (Khanifatul et al., 2022).
Bisnis selada hidroponik memiliki banyak potensi untuk berkembang. Menurut
data BPS (2022) rata-rata pengeluaran per kapita belanja sayur-sayuran
sebanyak Rp.53.864/bulan pada Maret 2021 dimana sebesar 8,41% dari total
pengeluaran per kapita untuk makanan dalam sebulan. Usaha hidroponik selada
memiliki resiko-resiko yang harus dihindari atau ditangani sebab modal awal
dalam pembuatan sebuah instalasi hidroponik yang relatif tinggi, input produksi
yang masih sulit diperoleh, diperlukannya edukasi yang lebih supaya mampu
mengelola usahatani hidroponik agar efisien.
Karena sayuran hidroponik tergolong memiliki hasil sedang hingga tinggi,
maka bisnis selada hidroponik dipilih karena dianggap memiliki tingkat
keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan budidaya lainnya. Ini memiliki
keunggulan dan kualitas sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan nilainya
tiga kali lipat atau lebih. Sehingga diharapkan dapat mendongkrak perekonomian
daerah. Selain itu, sistem hidroponik dapat dimanfaatkan untuk bercocok tanam
kapan saja sepanjang tahun (Shodik, 2018).
Emak Farm and Hydroponic merupakan salah satu usaha yang telah
mengembangkan budidaya hidroponik selada keriting dengan menggunakan
sistem Nutrient Film Technique (NFT). Metode penanaman yang dikenal dengan
NFT melibatkan penempatan akar tanaman pada lapisan tipis air yang
bersirkulasi dan mengandung nutrisi. Selama Praktik Kerja Lapang (PKL) di
Emak Farm and Hydroponic yang berada di Wadungasri, Waru, Sidoarjo, Jawa
Timur, penulis telah mengikuti alur produksi mulai dari budidaya, pasca panen,
serta pemasaran. Sehingga, penulis menulis laporan dengan judul “Manajemen
Agribisnis Selada Keriting Menggunakan Sistem Hidroponik NFT Di Emak Farm
and Hydroponic Sidoarjo”.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Putri Dwi Utami Nur Hasanah; Nurul Falahah |
| Department | Agribisnis |
| Uncontrolled Keywords | SELADA KERITING |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 02:09 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18016 |
