TRUNOJOYO-KP-27385-200351100041-Draft.LAPORAN PKL YULIA MAGFIROH.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Perkembangan dan kemajuan budidaya perikanan di Indonesia yang
semakin meningkat tidak terlepas dengan ketersediaan pakan. Faktor terpenting
dalam budidaya perikanan adalah pakan ikan. Biaya produksi dalam budidaya
perikanan dapat ditekan dengan menggunakan pakan alami. Pakan alami memiliki
kandungan nutrisi lebih tinggi dibandingkan pakan buatan, sehingga sangat baik
untuk kegiatan budidaya ikan (Mufidah et al., 2017).
Pakan alami memiliki sifat daya cerna yang baik, mudah didapatkan dan
mudah dibudidayakan. Pakan alami mampu dikembangbiakan dalam waktu yang
cepat dan budidayanya membutuhkan biaya yang relatif murah. Pakan alami
berfungsi sebagai sumber energi yang dapat meningkatkan pertumbuhan,
kelangsungan hidup, ketahanan stres larva ikan dan udang. Kultur fitoplankton
menjadi bentuk usaha dalam memperoleh pakan alami yang baik dan untuk
mempermudah dalam mencapai target kegiatan budidaya perikanan. Fitoplankton
yang sering digunakan dalam produksi budidaya perikanan salah satunya yaitu
Chlorella sp. (Swari et al., 2019).
Chlorella sp. seringkali dimanfaatkan untuk pembenihan organisme perairan,
hampir semua hatchery sebagai pakan langsung maupun tidak langsung yang
diberikan pada larva ikan atau udang. Fitoplankton dimakan oleh zooplankton
kemudian larva ikan atau udang memakan zooplankton tersebut dan menjadi
sebuah rantai makanan. Pakan alami yang berjenis Chlorella sp. ini, menjadi
sumber nutrisi penting pada stadium awal pertumbuhan dan perkembangan suatu
organisme. Chlorella sp. memiliki kandungan nutrisi protein 51-58%, minyak 28-
32%, lemak 14-22%, asam nukleat 4-5%, dan karbohidrat 12-17% (Rachmaniah
et al., 2010).
Chlorella sp. merupakan salah satu jenis mikroalga yang bermanfaat untuk
berbagai keperluan seperti obat-obatan yang mengandung (antioksidant dan anti-
inflamasi), kosmetik, bioakumulator logam berat, dan alternatif biodiesel. Chlorella
sp. dapat hidup pada lingkungan yang tercemar dan sebagai agen bioremediasi
yang baik dalam memakai logam berat sebagai logam essensial untuk
metabolisme (Aprilliyanti et al., 2016). Teknik kultur fitoplankton yang berjenis
Chlorella sp. ini dilakukan di Balai Besar Perikanan Air Payau Jepara dengan
beberapa metode diantaranya skala laboratorium, skala semi massal, dan skala massal. Analisis kualitas air dalam kultur Chlorella sp. skala laboratorium bertujuan
agar lebih terkontrol karena dilakukan di dalam ruangan tertutup, sehingga
perubahan lingkungan dapat dikendalikan oleh AC (Air Conditioner). Faktor utama
yang menentukan keberhasilan pertumbuhan dalam kultur Chlorella sp. yaitu
inokulum atau pemupukan dengan pupuk KW21 dan kualitas air media kultur.
Parameter kualitas air yang diukur dalam kultur Chlorella sp. skala laboratorium
yaitu pH, salinitas, DO, amonia, nitrit dan nitrat.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM YULIA MAGFIROH |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | AIR PAYAU |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 02:07 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18007 |
