TRUNOJOYO-KP-27362-200311100116-RAFLI SYUFI SURYA ANDIKA_116_LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract
Tanaman hias (ornamental plant) adalah tanaman yang ditanam untuk
daya tarik estetika daripada untuk manfaat nutrisinya. Tanaman hias merupakan
komoditas pertanian yang berperan penting dalam perdagangan komoditas
pertanian. Tanaman hias ada dua macam yaitu tanaman hias daun dan tanaman
hias bunga. Tanaman hias daun memiliki bentuk dan warna daun yang unik.
Sedangkan pada tanaman hias bunga memiliki bentuk, warna, dan keharuman
bunga yang membuat tanaman hias bunga lebih menarik. Bunga anggrek
merupakan salah satu contoh tanaman bunga hias (Ratnasari dan Krisantini 2007).
Anggrek Tanah (Cymbidium golden) merupakan salah satu jenis tanaman
hias yang menawarkan beberapa keunggulan dibandingkan jenis tanaman hias
lainnya. Anggrek memiliki nilai estetika yang tinggi dan tersedia dalam berbagai
bentuk, ukuran, dan warna bunga yang bervariasi. Daya tahan atau kesegaran
bunga anggrek yang relatif lama memberikan kontribusi terhadap nilai ekonomi
anggrek yang tinggi, memberikan prospek pasar yang cerah, dan mendorong
minat para pemulia tanaman untuk memproduksi anggrek hibrida baru Yasmin
dkk. 2018).
Produksi anggrek di Indoesia semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Hasil produksi anggrek nasional diproyeksikan akan meningkat dengan rata-rata
pertumbuhan 3.71 persen, sementara sasaran Rencana Kerja Strategis (Renstra).
Menurut Kementrian Pertanian (2016), tahun 2015 2019 pertumbuhan rata-rata
mencapai 4.64 persen. Proyeksi produksi tahun 2015 2019 telah mendekati
angka 91 persen hingga 94 persen bila dibandingkan dengan angka sasaran renstra
tahun 2015 – 2019. Upaya yang dapat diakukan untuk memenuhi permintaan
pasar tersebut adalah dengan melakukan teknik perbanyakan.
CV. Cempaka Mulya merupakan salah satu perusahaan swasta yang
terletak di desa sidomulyo kota batu yang bergerak dibidang penangkaran bibit
tanaman hias dan buah-buahan. Tanaman hias yang diperbanyak di CV. Cempaka
Mulya saah satunya adalah anggrek tanah. Anggrek dapat diperbanyak melalui
perbanyakan secara generatif dan vegetatif. Perbanyakan generatif yaitu melalui
biji, namun perbanyakan dengan biji jarang dilakukan karena memerlukan waktu cukup lama sehingga untuk pertumbuhannya diperlukan waktu yang lama pula.
Perbanyakan vegetatif yang relatif lebih cepat dapat dilakukan yaitu dengan
pemisahan rumpun (split), menggunakan keiki, stek, ataupun kultur jaringan
(Syammiah, 2006).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM RAFLI SYUFI SURYA ANDIKA |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | ANGGREK TANAH |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 01:52 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/17938 |
