TRUNOJOYO-KP-27356-200351100032-DWIAN LUMBANGAOL_200351100032_MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan ikan yang digemari dan menjadi
ikan ekonomis penting di dunia yang sekarang ini dikenal dengan sebutan freshwater
chicken. Ikan nila di negara Indonesia, sudah dibudidayakan secara luas dan
berkelanjutan, namun demikian kesediaan benih unggul dengan tingkat pertumbuhan
cepat yang menguntungkan usaha budidaya ikan nila tersebut masih menjadi kendala
yang utama. Ikan nila di pasar internasional atau International Market Amerika Utara
(Amerika Serikat dan Canada) serta bagian Eropa, dari tahun ke tahun konsumsi ikan
nila terus semakin meningkat, hal tersebut merupakan salah satu peluang yang harus
disikapi secara positif. Kegiatan budidaya ikan nila telah menarik perhatian bagi
negara-negara luar khususnya negara-negara Amerika Selatan yang dapat menjadi
pesaing handal dikarenakan biaya transportasi yang lebih murah, oleh karena hal itu
perlu dan penting sekali diupayakan dan dikembangkan kegiatan budidaya ikan nila
yang efisien dan optimal (Gustiano et al., 2008). Kualitas air dalam tambak budidaya
ikan nila sangat penting untuk diperhatikan karena segala proses perkembangan ikan
nila berlangsung dalam air. Budidaya ikan nila menjadi salah satu komoditas utama dalam pembangunan
perikanan budidaya dan ditargetkan mampu mendorong terwujudnya program
industrialisasi perikanan. Budidaya ikan nila pada taraf nasional masih membutuhkan
dukungan dan kebijakan yang strategis karena daya saing yang belum optimal.
Persiapan kolam, penebaran benih, pemberian pakan, pengelolaan kualitas air,
pengendalian hama dan penyakit, serta pemanenan merupakan langkah-langkah dalam
kegiatan pembesaran ikan nila. Preparasi kolam budidaya ikan nila di awali dengan
mengeringkan tanah, pembalikan tanah (memulihkan tanah), pemberian kapur tohor
serta pengisian air kolam. Benih ikan nila yang ditebar di kolam pembesaran memiliki
ukuran 3-5 cm dengan padat tebar 30-50 ekor/m2 dan dosis pakan ikan diberikan berdasarkan 3% dari total berat ikan nila (Salsabila dan Hari, 2018).
Kualitas air mempunyai peranan yang sangat penting dalam bidang budidaya
perikanan, karena seluruh siklus hidup dan pertumbuhan biota yang di budidaya
berlangsung di dalam air. Budidaya perikanan, selain air yang digunakan harus jernih
dan bersih, bebas dari pencemaran, air yang digunakan untuk program budidaya harus
memperhatikan sifat fisik dan kimia air tertentu. Sifat fisik dan kimia yang umum
dalam budidaya perikanan yang benar-benar harus diketahui yaitu suhu, proses
pertukaran air, kedalaman, kekeruhan, kandungan oksigen terlarut (dissolved oxygen),
derajat keasaman air serta kandungan logam berat. Parameter kualitas air fisika serta
kimia tersebut harus benar-benar diperhatikan, karena parameter tersebut menentukan
proses kehidupan dan keberhasilan kegiatan budidaya ikan nila merah yang akan
dijalankan (Koniyo, 2020).
Balai Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya (BPTPB) Cangkringan,
Sleman, Yogyakarta adalah salah satu Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) pada
Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Balai
Pengembangan Teknologi Kelautan dan Perikanan memiliki tugas dan fungsi yang
tercantum dalam Peraturan Gubernur nomor 39 tahun 2008, yaitu bertugas
Menyelenggarakan Pengembangan Teknologi Budidaya Air Tawar, Air Payau dan Air
Laut. Teknis operasional Balai Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya (BPTPB) memiliki 3 komoditas yaitu pengembangan Budidaya Air Tawar, Air Payau
dan Air Laut dengan tugas utamanya yaitu di bidang perbenihan dan juga pengelolaan
induk atau calon induk baik itu ikan atau udang serta pengembangan dan penerapan
teknologi budidaya. Balai Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya Cangkringan
juga menyediakan layanan terkait HPI (Hama dan Penyakit Ikan). Penelitian
sebelumnya yang dilakukan oleh Fauzia and Suseno (2020) melakukan pengukuran
kualitas air di kolam budidaya in-situ, sedangkan praktik kerja lapang yang dilakukan
di UK BAT Cangkringan melakukan pengukuran kualitas air di tambak pembesaran
secara in-situ dan ek-situ. Atas dasar tersebut, maka perlu dilaksanakan Praktik Kerja
Lapang mengenai analisis kualitas air di BPTPB Cangkringan, Yogyakarta dengan
tujuan agar dapat mengetahui kualitas perairan yang terdapat di tambak pembesaran
ikan nila merah.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DWIAN LUMBANGAOL |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | AIR TAMBAK; IKAN NILA MERAH |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 01:49 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/17922 |
