PENGOLAHAN LAHAN KELOR (Moringa oleifera Lamk.) DI PT. MORINGA ORGANIK INDONESIA

WARDAH MASITA (2023) PENGOLAHAN LAHAN KELOR (Moringa oleifera Lamk.) DI PT. MORINGA ORGANIK INDONESIA. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27352-200311100006-WARDAH MASITA 200311100006 LAPORAN PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27352-200311100006-WARDAH MASITA 200311100006 LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)

Abstract

Tanaman Kelor (Moringa oleifera Lamk) merupakan jenis tanaman yang
mudah tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia. Tanaman kelor merupakan
tanaman perdu dengan tinggi 7-11 meter dan tumbuh subur mulai dari dataran
rendah sampai ketinggian 700 m dpl. Kelor dapat tumbuh pada daerah tropis dan
subtropis pada semua jenis tanah dan tahan terhadap musim kering dengan toleransi
terhadap kekeringan sampai 6 bulan. Tanaman kelor disebut dengan naman “The
Miracle Tree” karena memiliki potensi untuk menyelesaikan permasalahan
kekurangan gizi, serta mencegah dan mengobati berbagai penyakit. Tanaman kelor
Kelor memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh manusia antara lain dapat
menyembuhkan penyakit seperti jantung, kanker, diabetes, rematik, alergi, dan
obesitas. Daun kelor merupakan sumber nutrisi dan energi alami yang baik dengan
nilai gizi yang tinggi seperti phytochemical, vitamin, mineral, protein dan asam
amino.
Tanah merupakan media pertumbuhan tanaman, keadaan suatu tanah dapat
mempengaruhi mutu dari tanaman yang tumbuh diatasnya. Tanaman dapat tumbuh
serta mampu memberikan hasil yang baik jika kondisi tanah cukup kuat dalam
menunjang tegaknya tanaman, tidak mempunyai lapisan penghambat
perkembangan akar, aerasi baik, kemasaman disekitar netral, tidak mempunyai
kelarutan garam yang tinggi dan cukup tersedia unsur hara dan air dalam kondisi
yang seimbang. Penyiapan lahan pada prinsipnya bertujuan untuk menciptakan
kondisi yang kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Secara
umum penyiapan lahan terdiri dari dua kegiatan yaitu: (1) pembersihan areal dari
sisa hasil tebangan (batang maupun tunggul) dan (2) pengolahan tanah. Untuk
mendapatkan keadaan tanah yang baik, salah satu caranya adalah dengan
pengolahan tanah. Pengolahan tanah merupakan kegiatan mekanisme terhadap
tanah untuk menciptakan keadaan tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman.
Berdasarkan caranya pengolahan tanah ada 3 yaitu : tanpa olah tanah (zero tillage),
pengolahan tanah minimum (minimum tillage), dan pengolahan tanah maksimum
(Wawointana et al., 2017). dengan adanya pengolahan tanah yang tepat dan
sempurna maka sifat fisik, kimia dan biologi tanah berubah bisa beurbah menjadi lebih baik. Hal ini disebabkan terpecahnya agregat tanah menjadi lebih halus serta
dapat menjadikan udara dan air lebih leluasa masuk ke dalam tanah, yang
menyebabkan terjadi perubahan struktur dan komposisi kimia tanah.
Kelor memerlukan tanah yang baik, kering liat atau berpasir untuk
pertumbuhan yang optimal. Artinya, media tanam untuk kelor haruslah yang mudah
ditembus oleh perakaran dan dapat meneruskan air atau tidak membuat air
tergenang. Kemudahan dalam penyebaran akar merupakan kondisi yang diperlukan
dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman kelor serta dapat menjaga kualitas
dari nilai gizi pada tanaman kelor itu sendiri.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
WARDAH MASITA
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords KELOR
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 01:47
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/17913

Actions (login required)

View Item
View Item