TEKNIK PANEN DAUN KELOR (Moringa oleifera Lamk) DI PT. MORINGA ORGANIK INDONESIA

SEPTIANA LARASWATI (2023) TEKNIK PANEN DAUN KELOR (Moringa oleifera Lamk) DI PT. MORINGA ORGANIK INDONESIA. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27335-200311100028-SEPTIANA LARASWATI_200311100028_LAPORAN PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27335-200311100028-SEPTIANA LARASWATI_200311100028_LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman hayati.
Beragam jenis tumbuhan yang tumbuh berpotensi memberikan manfaat bagi
kehidupan manusia, salah satunya yaitu kelor. Tanaman kelor (Moringa oleifera
Lamk) adalah tanaman herbal yang banyak dijumpai di kalangan masyarakat
khususnya didaerah tropis dan di Indonesia sudah tersebar luas. Kelor merupakan
tanaman obat tradisional yang terbukti berkhasiat bagi masyarakat. Tanaman ini
memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi dengan kandungan zat aktif
didalamnya yang bermanfaat bagi kesehatan. Senyawa aktif pada kelor banyak
ditemukan pada bagian daunnya (Tjong, et al., 2021).
Tumbuhan ini memiliki beragam manfaat untuk kesehatan, akan tetapi tidak
banyak orang yang mengetahui potensi dari tumbuhan tersebut. Kelor dikenal
sebagai The Miracle Tree atau pohon ajaib karena terbukti secara alamiah
merupakan sumber gizi berkhasiat obat yang kandungannya di luar kandungan
tanaman pada umumnya. Kelor mengandung 539 senyawa yang dikenal dalam
pengobatan tradisional Afrika (Krisnadi, 2015). Pohon kelor telah digunakan
untuk memerangi malnutrisi, terutama di kalangan bayi dan ibu-ibu menyusui.
Satu sendok makan (8 g) bubuk daun kelor akan memenuhi sekitar 14% protein,
40% kalsium, 23% zat besi dan hampir semua kebutuhan vitamin A untuk anak
usia 1-3 tahun (Mishra et al., 2012).
Peran dan manfaat kelor yang sangat penting dalam berbagai aspek
kehidupan manusia tentunya harus diiringi dengan usaha peningkatan produksi
kelor melalui proses budidaya yang tepat. Produksi tanaman kelor dipengaruhi
oleh pemangkasan, karena dengan pemangkasan akan mendorong pertumbuhan
cabang kelor. Selain pemangkasan, untuk meningkatkan produktivitas kelor dan
menjaga kualitas daun kelor juga dibutuhkan teknik pemanenan yang tepat.
Teknik panen daun kelor dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu teknik pangkas
cabang dan teknik petik daun. Teknik pangkas cabang pada daun kelor lebih
cocok digunakan untuk produksi pakan, sedangkan teknik petik daun lebih cocok
untuk produksi pangan (Sofyani, et al., 2022).

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
SEPTIANA LARASWATI
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords DAUN KELOR
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 01:36
Last Modified 24 Oct 2026 17:04
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/17864

Actions (login required)

View Item
View Item