TRUNOJOYO-KP-27332-190351100057-Dito PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Indonesia merupakan negara yang tingkat pertumbuhan penduduknya
dinilai cukup tinggi. Peningkatan populasi manusia dan gaya hidup
khususnya di kota-kota besar secara tidak langsung akan berdampak pada
timbulnya sampah yang memberikan pengaruh signifikan terhadap
lingkungan disebabkan oleh banyaknya aktivitas industri yang tidak ramah
lingkungan yang dapat menghasilkan limbah yang berbahaya dan sampah.
Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan berbagai
dampak, seperti contoh dampak terhadap lingkungan serta ekosistem (Taufiq
& Maulana, 2015). Seiring berjalannya waktu sampah semakin meningkat,
sehingga terjadi masalah belum adanya pengelolaan sampah dengan baik.
Pembuangan sampah serta bahan pencemar lainnya yang tidak dikelola
dengan baik dapat menjadi awal dari pencemaran lingkungan perairan yang
berakibat menurunnya kualitas air (Sholikhah Zunariyah, 2020).
Berdasarkan data dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
(KLHK), penduduk Indonesia setiap hari dapat menghasilkan 0,8 kg sampah
per orang atau total sebanyak 189.000 ton/hari sampah yang dihasilkan
(Purnomo Setiawan, 2019).
Sungai Brantas berperan penting sebagai sumber air baku air minum.
Namun, air di Sungai Brantas mengalami penurunan kualitas dan sampah
yang seharusnya dibuang ke tempat sampah justru terbuang ke
sungai. Jenis sampah yang paling sering ditemukan adalah sampah plastik,
padahal sampah plastik yang nantinya akan terpecah menjadi
mikroplastik ini dapat membahayakan kehidupan makhluk di sekitar sungai. Sungai Brantas terancam terkontaminasi oleh mikroplastik,
dikarenakan Sungai Brantas melewati wilayah permukiman penduduk,
aktivitas industri dan pertanian (Wijaya Trihadiningrum, 2019).
Oleh karena itu, ECOTON (Ecological Obsevasi And Wetlands
Conversation) yang merupakan yayasan pemerhati lingkungan khususnya
Sungai Brantas yang berdiri sejak tahun 1996 berniat menjalankan program
yang bernama Zero Waste Cities. Edukasi yang dapat dilakukan kepada
masyarakat meliputi sosialisasi pengurangan penggunaan plastik sekali pakai,
melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik dari rumah. ECOTON
merupakan yayasan yang bergerak di bidang lingkungan khususnya lahan
basah seperti sungai dan merupakan salah satu pihak yang ikut serta dalam pemulihan Sungai Brantas. Yayasan ini telah banyak melakukan aktivitas-
aktivitas yang bertujuan untuk memperbaiki kondisi Sungai Brantas yang sudah tercemar. ECOTON mendidik masyarakat untuk sadar lingkungan,
memberikan teguran terhadap pihak-pihak yang berpengaruh dalam tindak
pencemaran dan melakukan program pendampingan masyarakat mengenai
lingkungan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DHITO MAULANA ANDRIANSYAH |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | SUNGAI BRANTAS |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 01:35 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:04 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/17857 |
