STUDI KASUS SUNGAI BRANTAS : STRATEGI TEMPAT PENGELOLAAN SAMPAH REDUCE, REUSE & RECYCLE (TPS 3R) WRINGIN ASRI DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN PROGRAM ZERO WASTE CITIES

DHITO MAULANA ANDRIANSYAH (2022) STUDI KASUS SUNGAI BRANTAS : STRATEGI TEMPAT PENGELOLAAN SAMPAH REDUCE, REUSE & RECYCLE (TPS 3R) WRINGIN ASRI DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN PROGRAM ZERO WASTE CITIES. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27332-190351100057-Dito PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27332-190351100057-Dito PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Indonesia merupakan negara yang tingkat pertumbuhan penduduknya
dinilai cukup tinggi. Peningkatan populasi manusia dan gaya hidup
khususnya di kota-kota besar secara tidak langsung akan berdampak pada
timbulnya sampah yang memberikan pengaruh signifikan terhadap
lingkungan disebabkan oleh banyaknya aktivitas industri yang tidak ramah
lingkungan yang dapat menghasilkan limbah yang berbahaya dan sampah.
Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan berbagai
dampak, seperti contoh dampak terhadap lingkungan serta ekosistem (Taufiq
& Maulana, 2015). Seiring berjalannya waktu sampah semakin meningkat,
sehingga terjadi masalah belum adanya pengelolaan sampah dengan baik.
Pembuangan sampah serta bahan pencemar lainnya yang tidak dikelola
dengan baik dapat menjadi awal dari pencemaran lingkungan perairan yang
berakibat menurunnya kualitas air (Sholikhah Zunariyah, 2020).
Berdasarkan data dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
(KLHK), penduduk Indonesia setiap hari dapat menghasilkan 0,8 kg sampah
per orang atau total sebanyak 189.000 ton/hari sampah yang dihasilkan
(Purnomo Setiawan, 2019).
Sungai Brantas berperan penting sebagai sumber air baku air minum.
Namun, air di Sungai Brantas mengalami penurunan kualitas dan sampah
yang seharusnya dibuang ke tempat sampah justru terbuang ke
sungai. Jenis sampah yang paling sering ditemukan adalah sampah plastik,
padahal sampah plastik yang nantinya akan terpecah menjadi
mikroplastik ini dapat membahayakan kehidupan makhluk di sekitar sungai. Sungai Brantas terancam terkontaminasi oleh mikroplastik,
dikarenakan Sungai Brantas melewati wilayah permukiman penduduk,
aktivitas industri dan pertanian (Wijaya Trihadiningrum, 2019).
Oleh karena itu, ECOTON (Ecological Obsevasi And Wetlands
Conversation) yang merupakan yayasan pemerhati lingkungan khususnya
Sungai Brantas yang berdiri sejak tahun 1996 berniat menjalankan program
yang bernama Zero Waste Cities. Edukasi yang dapat dilakukan kepada
masyarakat meliputi sosialisasi pengurangan penggunaan plastik sekali pakai,
melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik dari rumah. ECOTON
merupakan yayasan yang bergerak di bidang lingkungan khususnya lahan
basah seperti sungai dan merupakan salah satu pihak yang ikut serta dalam pemulihan Sungai Brantas. Yayasan ini telah banyak melakukan aktivitas-
aktivitas yang bertujuan untuk memperbaiki kondisi Sungai Brantas yang sudah tercemar. ECOTON mendidik masyarakat untuk sadar lingkungan,
memberikan teguran terhadap pihak-pihak yang berpengaruh dalam tindak
pencemaran dan melakukan program pendampingan masyarakat mengenai
lingkungan.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
DHITO MAULANA ANDRIANSYAH
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords SUNGAI BRANTAS
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 01:35
Last Modified 24 Oct 2026 17:04
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/17857

Actions (login required)

View Item
View Item