RANTAI PENANGANAN IKAN SWANGGI (Priacanthus tayenus) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA BRONDONG

Ria Novitasari (2023) RANTAI PENANGANAN IKAN SWANGGI (Priacanthus tayenus) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA BRONDONG. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27322-200351100045-Ria Novitasari_200351100045_MSP.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27322-200351100045-Ria Novitasari_200351100045_MSP.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Ikan swanggi (Priacanthus tayenus) merupakan salah satu jenis ikan
demersal yang umumnya terdapat di daerah terumbu karang dengan ciri-ciri
tubuhnya berwarna merah muda, memiliki mata besar, dan terdapat bintik
berwarna kehitaman pada sirip perut. Ikan swanggi pada mulanya bukan termasuk
ikan hasil tangkapan utama (hasil tangkapan sampingan) namun seiring
berjalannya waktu terutama pada waktu sekarang ini berubah menjadi salah satu
hasil tangkapan utama oleh nelayan karena bersifat komersial dan dapat dijadikan
sebagai komoditas ekspor. Ikan swanggi memiliki nilai jual yang terjangkau
sehingga menjadikan ikan swanggi banyak digemari oleh konsumen. Ikan
swanggi selain memiliki nilai ekonomi untuk dijual juga memiliki nilai ekologis
karena menjadi salah satu jenis ikan karang yang memiliki peranan dalam struktur
trofik perairan (Prihatiningsih et al., 2013).
Penangkapan ikan di Brondong menggunakan beberapa jenis alat tangkap
seperti rawai, pancing, dan jaring tarik berkantong. Alat tangkap berupa jaring
tarik berkantong paling banyak digunakan oleh nelayan yang berada di bagian
utara salah satunya yaitu di Brondong, Lamongan sehingga alat tangkap jaring
tarik berkantong banyak digunakan oleh nelayan yang mendaratkan kapalnya di
dermaga PPN Brondong, Alat tangkap jaring tarik berkantong bentuknya seperti
cantrang karena alat tangkap ini hasil modifikasi dari alat tangkap cantrang yang
mulanya ukuran mata jaring sebesar 5-9 inchi diganti menjadi 15 inchi sehingga
ikan target (ikan demersal) yang berukuran besar mudah masuk perangkap dan
ikan yang berukuran kecil mudah keluar dari perangkap dan tidak ikut tertangkap
(Wardani Zainuri, 2023) . Jaring tarik bekantong berbentuk kerucut dan
pengoperasiannya dibantu oleh mesin gardan untuk menarik tali selambar dengan
hasil tangkapan rata-rata sekitar 7.121 kg/trip. Alat tangkap cantrang sebenarnya
sudah dilarang karena dianggap tidak ramah lingkungan karena mengganggu atau
bahkan merusak ekosistem laut dimana sifat dari alat tangkap cantrang tidak
selektif sehingga menangkap semua ukuran biota yang ada di laut, sehingga pada
beberapa pelabuhan terutama Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong mulai
beralih ke jaring tarik berkantong (Giamurti et al., 2015). Putra et al., 2020
menyatakan bahwa dominasi ikan yang tertangkap oleh alat tangkap jaring tarik
berkantong adalah ikan swanggi (Priacanthus tayenus) sebesar 38%, kurisi
(Nemipterus japonicus) sebesar 30%, biji nangka (Upeneus moluccensis) sebesar
11%, cumi-cumi (Loligo sp.) sebesar 9%, kuniran (Upeneus moluccensis) 6%, dan
kapas-kapas (Geres punctatus) sebesar 6%. Dominasi ikan yang didaratkan di
Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong adalah ikan swanggi sebesar 38%
sehingga menunjukkan bahwa ikan swanggi menjadi tangkapan utama nelayan di
daerah tersebut. Hasil tangkapan yang didapatkan oleh nelayan memiliki kualitas
baik dan buruk, ikan yang memiliki kualitas baik yaitu masih dalam kondisi segar,
dagingnya kenyal, matanya bagus (cembung), insangnya berwarna kemerahan,
dan suhunya pada kondisi normal dengan kisaran dibawah 4°C. Suhu ikan
mempengaruhi kesegaran ikan, dimana menjaga suhu yang baik dapat dilihat dari
penanganannya dengan membawa perbekalan es dan air yang cukup sehingga
nantinya hasil tangkapan yang diperoleh dengan perbekalan es beserta air seimbang dan dapat menjaga suhu ikan agar tetap baik ketika didaratkan di
dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) (Yunanda et al., 2018).
Pelabuhan merupakan daerah perairan yang terlindungi dari ancaman
gelombang dan dilengkapi dengan fasilitas terminal laut. Fasilitas yang ada di
pelabuhan meliputi dermaga dimana kapal dapat bertambat untuk bongkar muat
barang, gudang, dan tempat bersandarnya kapal. Pelabuhan memiliki fungsi
sebagai tempat untuk berlabuhnya kapal dan sebagai pusat pengembangan
masyarakat nelayan serta pusat kegiatan ekonomi perikanan (produksi,
pengolahan, pemasaran hasil perikanan, dan pangkalan armada perikanan).
Pelabuhan di Indonesia yang cukup terkenal dan menjadi salah satu pelabuhan
terbesar di Jawa Timur yaitu Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong
memiliki peranan strategis dalam pengembangan perikanan dan kelautan, yaitu
sebagai pusat kegiatan perikanan laut terutama yang berada di wilayah Kabupaten
Lamongan, Jawa Timur. Pendataan hasil tangkapan ikan di PPN Berondong
belum banyak diketahui terutama pada hasil tangkapan ikan swanggi pada kapal
yang berukuran 27-30 GT. Andriyan et al., 2022 telah melakukan pendataan hasil
tangkapan ikan (semua jenis ikan) di PPN Brondong pada alat tangkap cantrang
yang telah dimodifikasi menjadi jaring tarik berkantong. Putra et al., 2020
melakukan pendataan hasil tangkapan pada beberapa alat tangkap. Pendataan hasil
tangkapan yang spesifik pada satu jenis ikan yaitu ikan swanggi belum pernah
dilakukan. Pendataan ikan swanggi tersebut dilakukan dengan diiringi dengan
mengetahui rantai penanganan ikan di pelabuhan sudah baik atau belum. Rantai
penanganan ikan dapat mempengaruhi kesegaran ikan dan kualitas ikan. Rantai
penanganan ikan dimulai dari proses bongkar muat ikan diatas kapal sampai
dengan proses penimbangan atau sebelum distribusi di pelabuhan. Penanganan
ikan setelah penangkapan memegang peranan penting untuk memperoleh nilai
jual yang maksimal dan menentukan proses selanjutnya untuk menghasilkan
produk olahan ikan yang bermutu baik, sehingga tahapan yang dilakukan untuk
penanganan harus benar. Pendataan ikan swanggi pada kapal yang berukuran 27-
30 GT perlu dilakukan untuk mengetahui produksi ikan swanggi dan rantai
penanganan ikan yang di didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN)
Brondong untuk mengetahui ratai penanganan ikan di pelabuhan sudah baik atau belum, sehingga perlu dilakukan Praktik Kerja Lapang (PKL) untuk mengetetahui
informasi lebih lanjut di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondrong,
Lamongan.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Ria Novitasari
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords IKAN SWANGGI
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 01:28
Last Modified 24 Oct 2026 17:04
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/17825

Actions (login required)

View Item
View Item