UPAYA EKOWISATA KONSERVASI PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) DI PANTAI CEMARA PAKIS BANYUWANGI

VITA NISA ARIANTI (2022) UPAYA EKOWISATA KONSERVASI PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) DI PANTAI CEMARA PAKIS BANYUWANGI. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27276-200351100012-VITA NISA ARIANTI_200351100012_LAPORAN PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27276-200351100012-VITA NISA ARIANTI_200351100012_LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Penyu merupakan salah satu hewan yang terancam punah dan salah satu
hewan yang dilindungi keberadaanya. Secara internasional, penyu masuk ke
dalam daftar merah di International Union for Conservation of Nature and
Natural Resources (IUCN) dan Appendix 1 di Convention on International Trade
in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) yang berarti bahwa
keberadaannya terancam punah dan keberadaan penyu dan keturunannya harus
diperhatikan dengan serius. Penyu yang terdapat di indonesia telah dilindungi oleh
Undang Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam
Hayati dan Ekosistemnya, dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 1999
tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Peraturan tersebut mengarahkan
bahwa penyu danketurunannya termasuk telur tidak boleh diperjual belikan penyu
telah mengalami penurunan jumlah populasi dalam jangka waktu terakhir ini
bahkan beberapa spesies terancam kepunahan, penyu yang terdapat dialam atau
baru menetas menghadapi ancaman kematian dari hewan-hewan seperti kepiting,
burung, dan reptilia lainnya seperti biawak, ancaman yang paling besar bagi penyu di Indonesia, seperti juga halnya di seluruh dunia, sumber utama
merupakan manusia. Pembangunan daerah pesisir yang berlebihan telah
mengurangi habitat penyu untuk bersarang, penangkapan penyu untuk diambil
telur, daging, kulit dan cangkangnya yang membuat populasi penyu terancam
punah (Alfinda, 2017).
Penyu lekang (Lepidochelys olivacea) merupakan hewan dalam kelas
reptilia yang masa hidupnya hampir seluruhnya berada di lautan dan termasuk
hewan ovipar dan pembuahan telur berlangsung didalam tubuh induk, penyu
merupakan reptil yang hidup di laut serta mampu bermigrasi dalam jarak yang
jauh kawasan Samudera Hindia, Samudera Pasifik, dan AsiaTenggara, pantai
sebagai tempat penyu bertelur memiliki persyaratan umum antara lain mudah
dijangkau dari laut, posisinya harus cukup tinggi untuk mencegah telur terendam
oleh air pasang dan pasirnya relatif lembut (loose) dan berukuran sedang untuk
mencegah runtuhnya lubang sarangpada saat pembentukannya. pemilihan lokasi
ini dimaksudkan agar telur berada dalam lingkungan bersalinitas rendah, lembab
dan substrat memiliki ventilasi yang baik sehingga telur-telur tidak tergenangair
selama masa inkubasi, lingkungan yang heterogen dan relatif luas untuk membuat
sarangtelurnya merupakan karakteristik yang disukai penyu untuk bertelur
(Nampipulu Hadjon, 2019).
Konservasi merupakan salah satu kegiatan yang diharapkan dapat
mencegah punahnya habitat penyu, mencegah adanya pemanfaatan penyu demi
kepentingan komersial seperti penjualan telur, daging, maupun cangkang dan
dapat menjadi sarana berbagi ilmu atau edukasi kepada masyarakat secara luas
tentang pentingnya konservasi penyu demi menjaga habitat penyu di Indonesia
agar tidak punah. Penunjang sarana dan prasarana ekowisata konservasi penyu
merupakan ruangan tambahan dan tambahan alat-alat tertentu yang digunakan
untuk penunjang segala kegiatan yang berada di ekowisata konservasi penyu.
Kegiatan konservasi sangat perlu dilakukan karena untuk mengetahui
perlindungan dan pelestarian penyu secara merata dan meluas untuk mencegah
populasi penyu yang terancam punah (Nampipulu Hadjon, 2019).

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
VITA NISA ARIANTI
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords PENYU LEKANG
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 00:49
Last Modified 24 Oct 2026 17:04
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/17667

Actions (login required)

View Item
View Item