PENGELOLAAN PANTAI KELAPA SEBAGAI OBJEK WISATA DI KABUPATEN TUBAN

Rahma Dina Nunggal Ubaya (2023) PENGELOLAAN PANTAI KELAPA SEBAGAI OBJEK WISATA DI KABUPATEN TUBAN. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27265-200351100026-Laporan PKL_Rahma Dina Nunggal Ubaya_200351100026.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27265-200351100026-Laporan PKL_Rahma Dina Nunggal Ubaya_200351100026.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (10MB)

Abstract

Indonesia di juluki sebagai negara maritim dimana wilayah perairan yang
cukup besar dibandingkan dengan daratan (Paskarina, 2016). Wilayah idnonesia
adalah 70% lautan dan 30% daratan, memiliki lebih dari 17.000 pulau yang terdiri
dari pulau kecil sampai besar, serta garis pantai lebih dari 99.000 km. Indonesia juga
dikenal dengan sebutan Nusantara yang berasal dari bahasa jawa kuno yakni nusa
berarti pulau dan antara berarti rangkaian pulau-pulau (Soemarmi Diamantina,
2019). Garis pantai ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia khususnya
masyarakat pesisir yang menggantungkan hidupnya pada lingkungan pesisir, potensi
yang dimiliki pada wilayah pesisir ini yang akan menjadi permasalahan besar jika
tidak dikelola secara baik oleh masyarakat ataupun pemerintah, sehingga dapat
menjadi ancaman bagi bagi kelestarian kawasan pesisir ketika tidak dikelola dengan
baik dan benar. Kawasan pesisir mempunyai potensi yang sangat besar di bidang
kelautan dan perikanan, salah satu penghasilan masyarakat pesisir yakni nelayan dan
ekowisata ((Mufriadi et al., 2019).
Pantai merupakan perbatasan daratan dengan laut atau bagian yang
terpengaruh atau terkena air laut, dengan daerah pasang tertinggi dan surut terendah.
Pantai salah satu tempat dimana berbagai biota maupun aktivitas manusia dapat
ditemukan dan pantai juga dijadikan suatu primadona obyek rekreasi dengan potensi
pemanfaatan dari kegiatan pasif dan aktif (Sugandi, 2016). Pembanggunan pantai
sebagai tempat wisata bagi masyarakat mengharuskan pengelolaan lingkungan secara
baik, pengunjung tempat wisata akan menuntut dan menginginkan lingkungan yang
memiliki tingkat kebersihan yang sangat tinggi. Kebersihan lokasi wisata tidak dapat
dipasrahkan kepada pemerintah atau kedinasan yang ada serta lembaga pengelola
pariwisata, hal ini harus melibatkan semua aspek atau pihak yang terkait yakni
masyarakat yang bertempat tinggal di area tersebut. Partisipasi pengelola kawasan
pariwisata sangat diperlukan dalam tercipta lingkungan wisata pantai yang baik
sekaligus kelestariannya tetap terjaga (Aswita et al., 2017). Pemanfaatan pantai sebagai tempat wisata dapat memberi dampak baik salah
satunya kegiatan pembelajaran outdoor study. Pembelajaran outdoor study
merupakan salah satu alternatif yang dilakukan dalam memanfaatakan lingkungan
pantai sebagai sesuatu yang dapat memberikan kemudahan, memperoleh sejumlah
informasi, pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang diperlukan serta kawasan
pantai juga bisa digunakan sebagai tempat pariwisata (Anggini, 2016). Pariwisata
sangat membantu dalam menunjang sektor perekonomian masyarakat sekitar, dimana
dengan adanya pengelolaan wisata pantai dapat menjadikan ladang masyarakat untuk
berjualan di area pantai dan juga lowongan kerja bagi masyarakat wilayah pesisir.
Pemanfaatakan pantai sebagai tempat wisata juga perlu diperhatikan agar tidak
membawa dampak negatif yakni lingkungan yang terdegradasi akibat eksploitasi
sumberdaya untuk aktivitas, sehigga perlu dilakukan pengelolaan pariwisata secara
berkelanjutan (Asmin, 2018). Pemanfaatan wisata secara berkelanjutan dapat
memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang dan juga bisa implikasi
positif terhadap kelestarian lingkungan. Pemanfaat tersebut sesuai dengan
pemanfaatan pantai kelapa, dimana dengan adanya pengelolaan wisata pantai kelapa
dapat memberikan pengaruh yang sangat besar terhadapat perekonomian masyarakat
sekitar (Nugroho, 2018).
Pantai kelapa termasuk salah satu ikon wisata terbaik di kabupaten tuban yang
di juluki bumi wali, jenis pasir pantai kelapa yakni pasir putih yang memberikan nilai
tersendiri bagi estetika pantai sebagai objek ekowisata. Pantai kelapa memiliki ciri
khas dengan dikelilingi deretan pohon kelapa yang menutupi tepian pantai dan dapat
menarik minat wisatawan untuk berkunjung, karena pengunjung dapat menikmati
keindahan degan suasana yang nyaman dan asri. Lokasi destinasi wisata pantai kelapa
ini menyuguhkan pemandangan yang sangat menarik dan cocok digunakan untuk
bersantai bersama keluarga, rekan kerja dan pembelajaran outdoor study (Nugroho,
2018). Acara atau event besar juga sering dilaksanakan di pantai kelapa dengan
menyewa tempat untuk melangsungkan acaranya seperti pernikahan, ulang tahun,
senam, event seponsor produk, outbond dan perkemahan. Hari ibu pada tanggal 22 Desember 2022 juga terdapat banyak wisatawan yang berkegiatan di pantai kelapa
salah satunya MI Muhammadiyah Banteng Putih Karanggeneng dan Paud Aisyiyah
Bustanul Atheal Banteng Putih Karanggeneng.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Rahma Dina Nunggal Ubaya
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords PANTAI KELAPA
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 00:41
Last Modified 24 Oct 2026 17:04
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/17628

Actions (login required)

View Item
View Item