TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36689-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (253kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36689-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36689-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (306kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36689-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (307kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36689-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (381kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36689-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (196kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36689-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (228kB)
Abstract
Saat ini, kualitas kejahatan yang dilakukan oleh anak telah mengalami peningkatan signifikan dan tidak lagi dapat disamakan dengan bentuk kenakalan anak di masa lalu. Kejahatan yang dulunya hanya kenakalan ringan kini berkembang menjadi tindak pidana serius seperti kekerasan dan pemerkosaan. Tindak pidana berat seperti pemerkosaan yang dilakukan oleh anak menimbulkan dilema hukum, karena sistem peradilan pidana anak lebih menekankan pada pendekatan rehabilitatif terhadap pelaku, sementara hak-hak anak sebagai korban sering kali terabaikan. Hal ini menimbulkan ketimpangan perlindungan dalam proses hukum, yang menjadi fokus utama penelitian ini, yaitu ketidakadilan bagi anak sebagai korban tindak pidana pemerkosaan yang pelakunya juga anak, ditinjau dari perspektif viktimologi. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif, dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan pendekatan kasus. Teknik pengumpulan bahan hukum pada penelitian ini meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Studi kasus dalam penelitian ini adalah Putusan Pengadilan Negeri Tenggarong Nomor 40/Pid.Sus-Anak/2017/PN.Trg yang menjadi objek analisis ketimpangan perlindungan hukum antara pelaku dan korban anak dalam sistem peradilan pidana anak di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem hukum Indonesia, khususnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak melalui Pasal 1 angka 3 dan Pasal 69 ayat (1), lebih mengutamakan keadilan restoratif dan rehabilitasi terhadap pelaku anak. Di sisi lain, anak korban tidak mendapatkan perlindungan yang setara sebagaimana diatur dalam Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dalam perspektif viktimologi, hal ini menunjukkan adanya ketidakadilan struktural yang mengabaikan hak-hak anak korban. Oleh karena itu, diperlukan reformulasi kebijakan hukum yang dapat menciptakan keseimbangan perlindungan bagi pelaku dan korban demi terwujudnya sistem peradilan yang berkeadilan dan berorientasi pada perlindungan anak secara menyeluruh. Kata Kunci: Ketidakadilan, Anak Sebagai Korban, Viktimologi, Sistem Peradilan Pidana Anak.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DIYAH PUSPITA SARI |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Ketidakadilan; Anak Sebagai Korban; Viktimologi; Sistem Peradilan Pidana Anak |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 23:52 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:04 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/17420 |
