TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27143-160111100271_Abstract_TOC.pdf
Download (99kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27143-160111100271_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27143-160111100271_Chapter1.pdf
Download (113kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27143-160111100271_Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (173kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27143-160111100271_Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (231kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27143-160111100271_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (37kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-27143-160111100271_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (94kB)
Abstract
ABSTRAK Peraturan dan norma-norma yang dibuat agar setiap warga negara Indonesia sadar dan taat akan hukum, dengan adanya peraturan atau norma-norma hukum yang baru dapat memicu adanya kejahatan disinilah peran aparat pemerintah dan instansi yang mempunyai wewenang serta tanggung jawab nyata untuk tegaknya suatu hukm dengen melakukan peningkatan kinerja dan melayani masyarakat untuk menciptakan stabilnya hukum dan hukum yang adil di Negara. Perbuatan penganiayaan dan penyiksaan yang masuk dalam kategori perbuatan main hakim sendiri dan melawan hukum yang berlaku, seperti kasus percobaan pemerkosaan yang mengakibatkan tersangka yang berinisial AK meninggal dunia lantaran diamuk massa setelah mendengar teriakan dari IR yang menjadi korban dari Ak. Kausu serupa juga terjadi di NTT yang melibatkan anak dibawah umur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. menggunakan metode pendekatan perundang-undangan(statue approach)dan konseptual (conceptual approach). yang dimaksud pendekatan perundang-undangan adalah penelitian yang dilakukan dengan menelaah semua undang-undang dan regulasi yang berkaitan dengan isu hukum yang tengah diteliti. sedangkan pendekatan konseptualmerupakan yang memberikan pndangan untuk menganalisa dan enyelesaikan masalah hukum dengan melihat aspek konsep hukum. Perbuatan main hakim sendiri yang mengakibatkan luka atau hilangnya nyawa dari seseorang dapat terlepas dari jeratan hukum apabila dalam unsur perbuatannya memenuhi syarat dari hapusnya suatu pidana yaitu dari alasan pembenar dan alasan pemaaf yang ketentuan nya tertuang dalam Kitab UndangUndang Hukum Pidana mulai dari pasal 48 sampai dengan pasal 51 KUHP. Kata kunci; main hakim sendiri, penganiayaan, penghapusan pidana.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SAMURI |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | main hakim sendiri, penganiayaan, penghapusan pidana. |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 23:03 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:04 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/17207 |
