TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36585-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (188kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36585-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36585-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (244kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36585-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (441kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36585-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (321kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36585-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36585-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (149kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36585-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (163kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36585-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Penelitian ini membahas bentuk dan fungsi deiksis eksofora dalam novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan dengan menggunakan kajian pragmatik berdasarkan teori Kaswanti Purwo. Deiksis merupakan unsur linguistik yang mengacu pada sesuatu di luar bahasa itu sendiri, sehingga penting dalam memahami makna tuturan dalam teks sastra. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi deiksis eksofora yang muncul dalam novel tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat, sedangkan data berupa kutipan langsung yang mengandung deiksis eksofora dari novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deiksis persona pertama mendominasi temuan analisis bentuk deiksis, terutama pada bentuk aku sebanyak 1.028 data, karena narasi dan dialog banyak disampaikan melalui sudut pandang tokoh utama. Bentuk yang paling sedikit ditemukan adalah deiksis persona kedua bentuk “engkau” dengan 12 data karena dianggap kurang sesuai dalam suasana naratif yang tidak terlalu puitis. Pada deiksis ruang, bentuk demonstratif “itu” paling mendominasi karena digunakan untuk menunjuk lokasi yang dekat secara kontekstual, sedangkan bentuk lokatif “sana” paling sedikit ditemukan karena lokasi yang jauh secara fisik jarang dirujuk. Untuk deiksis waktu, bentuk “dulu” paling sering digunakan karena alur cerita banyak memuat peristiwa masa lalu, sedangkan bentuk “minggu lalu” menjadi yang paling jarang karena cerita tidak menekankan waktu yang terlalu spesifik. Dari sisi fungsi, deiksis persona paling banyak berfungsi sebagai subjek dengan 1.877 data, sedangkan fungsi sebagai kepemilikan menjadi yang paling sedikit dengan 320 data. Fungsi deiksis ruang paling banyak adalah penunjukan jarak jauh sebanyak 296 data, sementara penunjukan jarak dekat ditemukan 247 kali. Fungsi deiksis waktu paling dominan adalah acuan masa lampau dengan 200 data, sedangkan fungsi acuan masa yang akan datang paling sedikit dengan 68 data. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan deiksis dalam novel Kambing dan Hujan mencerminkan relasi naratif antar tokoh, ruang, dan waktu yang bersifat personal dan retrospektif. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk bahan ajar atau sumber analisis dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM IKA AMILIA |
| Department | Pendidikan BHS dan Sastra IND. |
| Uncontrolled Keywords | Pragmatik; Deiksis Eksofora; Novel Kambing dan Hujan |
| Divisions | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > S1 - Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 22:23 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:03 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/17029 |
