TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36562-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (458kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36562-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36562-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (571kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36562-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (390kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36562-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (418kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36562-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (690kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36562-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36562-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (259kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36562-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (376kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36562-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
ABSTRAK Malika Amalia. 21.05.311.00078. Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, Universitas Trunojoyo Madura.rn“ANALISIS MAKNA SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE PADA TRADISI ONTALAN DI DESA PLANGGIRAN TANJUNG BUMI BANGKALAN”.rnPembimbing: Rio Kurniawan, S.I.Kom., M.I.Kom.rnMadura merupakan wilayah yang kaya akan tradisi dan budaya lokal yang masih terjaga hingga kini. Masyarakatnya dikenal memiliki ikatan sosial yang kuat serta menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal yang tercermin dalam berbagai bentuk adat istiadat, termasuk dalam prosesi pernikahan. Salah satu bentuk tradisi yang masih dilestarikan di Desa Planggiran, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, adalah tradisi Ontalan. Tradisi ini dilakukan saat acara unduh mantu, dengan melemparkan uang ke atas baki berisi beras di hadapan pengantin perempuan sebagai simbol doa, restu, dan penerimaan secara adat.rnPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna simbolik dalam tradisi Ontalan dengan menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure, yang menitikberatkan pada konsep penanda (signifier) dan petanda (signified). Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pelaku tradisi, tokoh adat, serta masyarakat sekitar.rnHasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ontalan mengandung nilai-nilai sosial, budaya, dan spiritual yang tinggi, seperti penghargaan terhadap perempuan, ungkapan syukur, serta harapan akan kehidupan rumah tangga yang harmonis. Setiap simbol dalam prosesi Ontalan memiliki makna tersendiri dan menjadi bagian dari sistem komunikasi budaya masyarakat Madura. Namun demikian, perubahan zaman dan pengaruh modernisasi menjadi tantangan tersendiri dalam mempertahankan nilai-nilai tersebut di tengah generasi muda. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi dalam pelestarian budaya lokal dan pengembangan kajian semiotika dalam konteks tradisi masyarakat.rnKata Kunci: Tradisi Ontalan, Semiotika, Penanda, Petanda, Budaya Madura, Desa Planggiran.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MALIKA AMALIA |
| Department | Ilmu Komunikasi |
| Uncontrolled Keywords | Kata Kunci: Tradisi Ontalan, Semiotika, Penanda, Petanda, Budaya Madura, Desa Planggiran. |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Ilmu Komunikasi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 22:00 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:03 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/16933 |
