TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9380-140121100025_ABSTRACT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (342kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9380-140121100025_COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9380-140121100025_CHAPTER 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (186kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9380-140121100025_CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (214kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9380-140121100025_CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (243kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9380-140121100025_CONCLUTION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (104kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9380-140121100025_REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (19kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9380-140121100025_APPENDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (582kB)
Abstract
Menurut Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana Pasal 183, hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada seorang terdakwa kecuali apabila dengan sekurang-kurangnya 2(dua) alat bukti yang sah, Ia yakin bahwa terdakwalah yang melakukannya. Sehubungan dengan undang-undang tersebut, visum et repertum sebagai salah satu alat bukti yang sah dapat sangat menentukan, khususnya dalam perkara perkosaan dan persetubuhan di luar perkawinan yang merupakan kejahatan. Dokter pemeriksa hendaknya teliti, waspada dan curiga namun tetap obyektif dan tidak memihak (impartial). Segala sesuatu yang ditemukan haruslah dicatat, jangan hanya mengandalkan pada daya ingatan. Hal-hal yang tidak ditemukan tetapi relevan dengan keterangan wanita juga perlu dicatat.
Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis penggunaan satu saksi dalam pembuktian tindak pidana pemerkosaan bertentangan atau tidak dengan Asas Unus Testis Nullus Testis dalam hukum pidana serta upaya pembuktian di pengadilan untuk mengklarifikasi tersangka sebagai pelaku tindak pidana pemerkosaan yang hanya terdapat satu saksi. Sementara itu, manfaatnya adalah untuk manfaat teoritis agar memberikan manfaat pada pembangunan ilmu hukum pidana di Indonesia, masukan data ataupun literatur bagi penulisan hukum selanjutnya yang berguna bagi para pihak-pihak yang berkepentingan, sedangkan untuk kepentingan praktis yaitu untuk dapat memberikan manfaat bagi masysarakat untuk untuk memahami terkait penggunaan satu saksi dalam pembuktian tindak pidana pemerkosaan, serta upaya pembuktian untuk menjerat hukum bagi pelaku tindak pidana pemerkosaan yang hanya terdapat satu saksi
Metode penelitian Tesis ini adalah pendekatan konsep (conceptual approach) dan pendekatan kasus (case approach). Berdasarkan pengkajian melalui metode dan pendekatan tersebut kemudian diperoleh hasil dari penelitian yaitu Asas Unus Testis Nullus Testis pembuktian perkara pidana memang harus diterapkan. Akan tetapi, jika dalam kasus pemerkosaan yang mana hanya terdapat satu saksi yaitu korban, maka Asas Unus Testis Nullus Testis bisa dikesampingkan dengan syarat visum et repertum dan saksi ahli menyatakan bahwa memang telah terjadi tindak pidana perkosaan terhadap korban, maka Asas Unus Testis Nullus Testis dapat dikesampingkan. Pengesampingan Asas Unus Testis Nullus Testis ini ditujukan untuk mencapai sebuah keadilan atas penderitaan korban yang telah dirampas haknya oleh pelaku.
Kata Kunci : Pembuktian, Asas Unus Testis Nullus Testis, Perkosaan
| Item Type | Thesis (Tesis) |
|---|---|
| Thesis Type | S2 |
| Creators | Creators NIM SUYITNO |
| Department | S2 Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Pembuktian ; Asas Unus Testis Nullus Testis ; Perkosaan |
| Divisions | Fakultas Hukum > S2 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 21:06 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:03 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/16691 |
