TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9345-MEITA ABSTRAC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (90kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9345-MEITA PENDAHULUAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (311kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9345-MEITA BAB 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (234kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9345-MEITA BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (374kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9345-MEITA BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (439kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9345-MEITA BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (87kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9345-MEITA DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (174kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9345-MEITA BIODATA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (197kB)
Abstract
ABSTRAK
Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Pamekasan sebagaimana yang dilansir oleh Polda Jawa Timur, yakni 85 %. Kasus laka lantas termasuk kategori tindak pidana sehingga disebut sebagai delik biasa dalam hukum pidana. Hal yang unik yakni penyelesaian laka lantas melalui mediasi penal di Polres Pamekasan. Di tahun 2016, sebanyak 36 laka lantas dilakukan mediasi penal yang berdasarkan prinsip restorative justice. Hal ini menjadi revolusi baru proses hukum di lingkungan kepolisian sebagai alternatif menyelesaikan masalah. Dengan demikian, pertimbangan hukum apa yang menjadi pedoman Kepolisian Pamekasan menerapkan mediasi penal pada kasus laka lantas.
Metodologi penelitian yang digunakan dalam skripsi ini yakni yuridis-empiris dengan menggunakan pendekatan fakta. Data yang dipakai berupa data primer, meliputi observasi dan wawancara kepada pihak kepolisian yang selanjutnya dilakukan analisa secara kualitatif.
Hasil penelitian yang diperoleh yakni implementasi mediasi penal merupakan wujud dari diskresi kepolisian pamekasan. Hal ini didasarkan pada Surat Kapolri No. Pol: B/3022/XII/2009/SDEOPS tentang penangan kasus melalui Alternatif Dispute Resolution (ADR), UU No. 2 Tahun 2002, dan KUHAP. Penerapan ini hanya berlaku untuk kasus tertentu saja dan dilihat terlebih dahulu letak kesalahan. Sebagaimana laka lantas yang menyebabkan kematian, luka berat, dan luka ringan dapat dilakukan mediasi sepanjang hal tersebut dapat diterima oleh kedua pihak. Pertimbangan ini akan dilakukan atas permintaan dari para pihak yang ingin perkaranya diproses secara mediasi penal. Implikasi ini dilakukan dengan menggunakan 2 (dua) model, yaitu victim-offender mediation dan Family and Community Group Conference. Apabila tidak terjadi mufakat, maka kasus akan dilanjutkan ke proses litigasi. Jadi, implikasi mediasi penal menjadi terobosan hukum yang efektif guna mengedepankan sisi positif bagi pencari keadilan.
Kata kunci : Laka lantas dan mediasi penal
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MEITA PRASTYAHARA |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Laka lantas dan mediasi penal |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 20:33 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:03 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/16539 |
