TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36456-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (123kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36456-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (954kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36456-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (398kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36456-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (540kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36456-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (936kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36456-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (238kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36456-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (131kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36456-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Kepemilikan adalah hak yang diberikan kepada seseorang atas suatu benda atau harta, yang memungkinkan untuk memanfaatkannya selama tidak bertentangan dengan syara’. Pada Desa Kebun, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, terdapat praktik nguwan embi’ yang dilakukan di atas tanah milik orang lain. Praktik tersebut pada awalnya berlangsung atas dasar akad lisan antara pemilik tanah terdahulu dan penggembala. Namun, setelah wafatnya pemilik tanah, praktik tetap dilanjutkan tanpa adanya pembaruan izin dari ahli waris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian praktik nguwan embi’ setelah perubahan status kepemilikan tanah, serta menilai keabsahan penyelesaian sengketa yang dilakukan antara penggembala dan ahli waris pemilik tanah terdahulu menurut Hukum Islam. Metode yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan socio-legal. Data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan.rnHasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan praktik nguwan embi’ tanpa pembaruan izin dari ahli waris pemilik tanah terdahulu bertentangan dengan Surah Al-Baqarah ayat 188 karena mengandung unsur ghasab, yakni pengambilan hak orang lain tanpa izin yang sah, yang tergolong sebagai perbuatan bathil. Selain itu, penyelesaian sengketa yang timbul akibat praktik tersebut dilakukan melalui mekanisme ash-shulh, namun dinilai tidak sah dan ditolak karena adanya ketidakpahaman pihak ketiga (mediator) terhadap prinsip dasar ash-shulh dan hukum pewarisan dalam Islam. Akibatnya, rukun dan syarat sahnya ash-shulh tidak terpenuhi, seperti tidak hadirnya seluruh ahli waris yang berhak, objek sengketa berupa tanah warisan yang belum dibagi secara jelas sehingga bersifat gharar, serta kesepakatan akad al-ariyah yang dihasilkan menjadi bathil karena tidak memiliki kepastian dan kejelasan hukum.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM RATNA WULANDARI |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | ash-shulh; nguwan embi’; tanah |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 20:23 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:03 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/16492 |
