TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36448-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (406kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36448-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36448-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (617kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36448-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (650kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36448-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (428kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36448-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (878kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36448-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (399kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36448-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (411kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36448-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (910kB)
Abstract
Desa Ragung merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, yang secara geografis berada di wilayah pesisir. Kondisi geografis ini memberikan potensi besar bagi masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam, terutama melalui pengelolaan air laut menjadi garam sebagai sumber utama pendapatan sehari-hari. Pengolahan garam ini telah menjadi bagian dari kehidupan ekonomi masyarakat setempat yang berlangsung secara turun-temurun. Dalam praktik kegiatan ekonominya, sebagian masyarakat Desa Ragung menerapkan konsep wa‘ad atau janji dalam transaksi jual beli membran, khususnya pada proses pembelian garam. Praktik wa‘ad ini bukan hanya sekadar janji biasa, melainkan menjadi bagian dari kebiasaan yang melekat dan membentuk pola transaksi yang unik serta khas di kalangan masyarakat Desa Ragung. Fenomena tersebut mendorong perlunya kajian mendalam mengenai status hukum dan nilai sosial dari praktik wa‘ad ini dalam konteks hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis terhadap konsep urf sebagai salah satu sumber hukum dalam fiqih muamalah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dengan sumber data primer dari masyarakat yang terlibat serta data sekunder dari literatur terkait. Model penelitian ini bertujuan untuk menggali realitas sosial dan makna hukum dari kebiasaan masyarakat tersebut, serta memahami bagaimana wa‘ad berkembang dan diimplementasikan dalam praktik transaksi jual beli membran. Pendekatan kualitatif memungkinkan peneliti mengeksplorasi persepsi dan sikap masyarakat terhadap janji dalam transaksi serta implikasi hukumnya dalam kerangka syariat Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik wa’ad pembelian garam di Desa Ragung memenuhi kriteria urf dalam hukum Islam. Berdasarkan bentuknya, praktik ini tergolongurf fi’li karena merupakan tindakan nyata yang dilakukan secara berulang dan konsisten. Berdasarkan cakupannya, termasuk urf khass karena hanya berlaku di kalangan masyarakat Desa Ragung. Dari segi kesesuaian dengan syariat, praktik ini tergolongurf sahih karena tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam dan memberikan kemaslahatan. Berdasarkan waktu pelaksanaannya, termasukurf qadim karena telah berlangsung lama secara turunrntemurun. Awalnya, wa‘adbersifat janji sepihak dari pembeli, namun setelah garam diperoleh, janji tersebut direalisasikan dalam bentuk akad jual beli yang sah secara hukum Islam. Dengan demikian, transaksi ini tidak hanya memiliki kekuatan moral dan sosial, tetapi juga memenuhi aspek hukum muamalah dalam Islam.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM NUR AMINAH |
| Department | Hukum Bisnis Syariah |
| Uncontrolled Keywords | Wa‘ad, Urf, Hukum Islam. |
| Divisions | Fakultas Ilmu Keislaman > S1 - Hukum Bisnis Syariah |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 20:15 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:03 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/16457 |
