TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36428-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (72kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36428-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36428-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (305kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36428-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (589kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36428-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (161kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36428-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36428-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36428-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (83kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36428-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (236kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36428-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (920kB)
Abstract
Pulau Sakala menjadi pulau ujung timur provinsi Jawa Timur dan masih masuk dalam gugusan kepulauan di kecamatan sapeken kabupaten Sumenep. Letaknya yang jauh dari pulau madura, menjadikan pulau sakala tidak dihuni oleh masyarakat suku madura, melainkan dihuni oleh tiga suku bernenek moyang di Sulawesi yakni suku Bugis, Bajo dan juga Mandar. Dari sinilah keunikan bahasa muncul di pulau ini. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap bagaimana pola komunikasi masyarakat multietnis di Pulau Sakala yang dihuni oleh masyarakat multietnis yakni, yakni suku Bugis, suku Bajo, dan suku Mandar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode etnografi komunikasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi masyarakat di Pulau Sakala terbentuk dengan harmonis. Bahasa Bugis, bahasa Bajo dan bahasa Mandar menjadi bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari di pulau Sakala. Bahasa bugis tanpa terjadinya menjadi bahasa dominan yang digunakan di Sakala, namun masyarakat juga menggunakan bahasa Mandar serta Bajo dalam konteks sosial tertentu. Masing-masing dusun di Pulau Sakala mencerminkan karakteristik sosial budaya yang beragam, yang turut mempengaruhi bentuk komunikasi yang terjadi. Melalui teori SPEAKING dari Dell Hymes, ditemukan bahwa unsur-unsur seperti latar tempat (setting), partisipan, tujuan komunikasi, bentuk atau isi ujaran, hingga norma dan gaya bicara menunjukkan adanya adaptasi dan fleksibilitas bahasa yang tinggi antar etnis. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberagaman bahasa dan budaya tidak menjadi penghalang, melainkan menjadi kekuatan sosial dalam membangun kohesi dan solidaritas antarwarga.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ZULFATUL LAILI |
| Department | Ilmu Komunikasi |
| Uncontrolled Keywords | Pola komunikasi; multietnis; Pulau Sakala; etnografi komunikasi; teori SPEAKING; Bugis; Bajo; Mandar |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Ilmu Komunikasi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 19:58 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:03 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/16377 |
