TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36414-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (178kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36414-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36414-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (289kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36414-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (374kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36414-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (377kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36414-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (163kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36414-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (230kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36414-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (716kB)
Abstract
Dalam dinamika kehidupan sosial masyarakat, interaksi antar individu kerap melahirkan berbagai bentuk hubungan hukum, salah satunya perjanjian utang-piutang dalam upaya pemenuhan kebutuhan ekonomi. Idealnya setiap perjanjian menuntutrnkejelasan hak dan kewajiban para pihak. Namun, masyarakat Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, praktik utang-piutang dilakukan secara lisan. Kondisi ini yang rentan memicu munculnya sengketa dan permasalahan dirnkemudian hari. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pelaksanaan penyelesaian utang piutang melalui dunungan di masyarakat Desa Mojodelik dan apakah penyelesaian tersebut sejalan dengan kaidah 'urf.rnPenelitian menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif.Data primer dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan masyarakat yangrnterlibat dalam utang piutang, seperti kreditur, debitur, dan tokoh masyarakat. Dengan pemilihan responden secara purposive (critical case sampling).rnHasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian utang-piutang di Desa Mojodelik dilakukan melalui kebiasaan lokal yang dikenal sebagai "dunungan" ataurnmusyawarah. Dunungan terbukti lebih mudah diterima oleh masyarakat dibandingkan jika harus melalui proses hukum formal. Namun, dalam perspektif hukum Islam menunjukkan bahwa praktik dunungan ini tidak sepenuhnya sejalan dengan kaidah ‘urf yang mengikat karena ditemukan bertentangan dengan prinsip-prinsip Al-Quran. Selain itu, dunungan tidak dapat dikategorikan sebagai akad shulh (perdamaian) yangrnsah disebabkan oleh kurangnya pemahaman mendalam tentang fiqh muamalah pada tokoh masyarakat yang berperan sebagai penengah, yang berpotensi menyebabkan ketidakjelasan rukun dan syarat baku akad shulh. Dengan demikian, meskipunrndunungan mencerminkan nilai-nilai sosial seperti tolong-menolong dan kekeluargaan,ia memerlukan penyempurnaan agar dapat memenuhi standar syariah dan memberikan kepastian hukum yang kuat.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM NADIA HERA AURELIA |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Utang piutang; Hukum Islam; ‘Urf. |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 19:45 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:02 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/16319 |
