TRUNOJOYO-KP-26808-180311100049-LAPORAN PKL_DESY MEILINDA PUTRI FIRDAUZI_180311100049.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (947kB)
Abstract
Tanaman teh (Camellia sinensisL.) merupakan tanaman tahunan, berasal
dari daerah subtropic yang berasal dari Pengunungan Assam, China, Burna,
Thailand dan Vietnam. Teh merupakan salah satu komoditas ekspor nonmigas
yang telah dikenal sejak lama dan menjadi penghasil devisa bagi Indonesia.
Indonesia menjadi salah satu dari lima Negara penghasil dan pengekspor teh
utama di dunia, yang pemasaran hasilnya tersebar ke Negara-negara konsumen
yang berada di lima benua (Hindersah, et al., 2016). Penghasil teh terbesar di
Indonesia adalah daerah Jawa Barat yang menghasilkan 70% dari total produksi
teh nasional. Industri teh nasional saat ini mengalami banyak kendala diantaranya
seperti produktivitas kebun teh yang relative rendah, penurunan luas areal
perkebunan teh, serta mutu teh yang belum memenuhi standar internasional (Ayu,
Indradewa, et al., 2010).
Pembibitan tanaman teh merupakan tahap yang perlu dilakukan sebelum
melakukan peremajaan dan penanaman. Pembibitan teh dapat dilakukan dengan
perbanyakan baik melalui cara vegetative maupun generative. Cara vegetative
dilakukan dengan stek, sedangkan cara generative dilakukan menggunakan biji.
(Hindersah, et al., 2016).
Secara umum produksi teh nasional terus mengalami penurunan dari tahun
ke tahun.Volume ekspor teh juga terus mengalami penurunan. Pada tahun 2014
produksi teh di Indonesia sebesar 154,369 ton menurun menjadi 132,616 ton di
tahun 2015 dan meningkat pada tahun 2016 dan 2017 menjadi 138,771 dan
140,423 ton (Badan Pusat Statistika, 2017).
Saat ini pertanaman teh diarahkan pada cara memperoleh produksi yang
tinggi, hal tersebut sulit dicapai apabila digunakan perbanyakan tanaman asal biji,
karena biji merupakan hasil persilangan yang dapat menimbulkan perubahan sifat
pada keturunannya, dan juga membutuhkan waktu yang sangat lama. Sedangkan
memperbanyak tanaman secara vegetative dengan stek merupakan salah satu cara
untuk mempertahankan sifat-sifat baik tanaman induk (klon), karena dengan perbanyakan vegetative tidak terjadi perubahan sifat genotip pada tanaman.
Pembibitan teh dengan stek merupakan cara yang paling untuk memenuhi
kebutuhan bibit dalam jumlah yang banyak, jenis klon yang ditentukan dapat
dipastikan sifat keunggulannya sama dengan pohon induknya (Setyamidjaja,
2000).
Pembibitan merupakan salah satu dari kegiatan budidaya tanaman
teh yang penting untuk diperhatikan. Hal ini
dikarenakan pada tahap pembibitan merupakan persiapan bahan tanam yang akan
digunakan selama masa ekonomis tanaman teh baru dalam rangka
mempertahankan produktivitas. Tujuan dilakukan pembibitan tanaman teh di
kebun teh wonosari yaitu untuk memenuhi kebutuhan bibit kebun sendiri maupun
kebun lain dalam lingkup kebun seinduk dalam hal penanaman ulang dan
penanaman baru.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DESY MEILINDA PUTRI FIRDAUZI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | TEH; PTPN XII WONOSARI MALANG |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 18:36 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:02 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/16021 |
