TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17434-ABSTRAK.pdf
Download (62kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17434-COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (793kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17434-CHAPTER 1.pdf
Download (367kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17434-CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (486kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17434-CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (889kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17434-CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (262kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17434-REFERENCE.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (250kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17434-APPANDICE.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (85kB)
Abstract
ABSTRAK
Indonesia, Malaysia, dan Bahrain memberikan pengaturan yang berbeda
mengenai pembiayaan rumah inden pada produk pembiayaan yang ditawarkan
perbankan syariah. Oleh karena itu, penelitian hukum ini bertujuan untuk
mengetahui keunggulan maupun kekurangan pengaturan akad pembiayaan rumah
inden berdasarkan akad jual beli dan akad sewa-menyewa. Metode penelitian ini
menggunakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan
undang-undang (legal approach) dan pendekatan perbandingan (comparative
approach). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Indonesia, Malaysia, dan
Bahrain mengatur akad pembiayaan rumah inden dengan menggunakan akad jual
beli maupun akad sewa. Berdasarkan analisis pengaturan di Indonesia, Malaysia,
dan Bahrain penggunaan akad jual beli pada pembiayaan rumah inden yang paling
tepat adalah akad murabahah untuk pembelian tanah dan istisna’ untuk pembelian
rumah dalam pembangunan yang merujuk pada Standar Syariah AAOIFI Bahrain.
Adapun penggunaan akad sewa dalam pembiayaan rumah inden di Indonesia dan
Malaysia yakni ijarah al maushufah fi al-dzimmah sebagai akad ikutan dari akad
musyarakah mutanaqisah dan ijarah muntahiya bittamlik. sedangkan Bahrain
menggunakan akad ijarah muntahiya bittamlik. Berdasarkan akad induknya,
penerapan akad sewa pada pembiayaan rumah inden adalah akad ijarah
muntahiya bittamlik yang merujuk pada Standar Syariah AAOIFI Bahrain dengan
akad tambahan akad ijarah al-maushufah fi al dzimmah yang merujuk pada Fatwa
DSN-MUI. Oleh karena itu, penerapan akad pembiayaan rumah inden di
Indonesia jika menggunakan akad jual beli sebaiknya menggunakan murabahah
dilengkapi dengan akad istisna’, dan pengaturan di Indonesia sebaiknya lebih
mendahulukan akad induknya dibandingkan akad ijarah al maushufah fi al
dzimmah sebagai akad tambahan.
Kata Kunci: akad, pembiayaan rumah inden, fatwa
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM KHOIRUL KAMILAH |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | contract, indent house financing, fatwa |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 18:22 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:02 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/15959 |
