TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36317-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (46kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36317-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (998kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36317-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (148kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36317-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (147kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36317-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (150kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36317-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (136kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36317-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (289kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36317-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (38kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36317-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (108kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36317-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (331kB)
Abstract
Di Indonesia, jumlah orang tua tunggal, khususnya ibu tunggal, terus meningkat, mencapai 7,9 juta pada tahun 2022. Fenomena ini menimbulkan berbagai tantangan dan emosional, termasuk stigma yang dialami oleh 75% orang tua tunggal, seperti yang diungkapkan oleh Dr. Nicola Carroll dalam penelitiannya pada tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman komunikasi ibu tunggal di Kabupaten Nganjuk sehingga dapat di ketahui makna hidup perempuan single parent, dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam untuk menggali pengalaman individu dan bagaimana mereka beradaptasi dengan stigma sosial yang melekat pada status mereka sebagai single parent. Melalui analisis data, ditemukan bahwa pengalaman komunikasi ibu tunggal tidak seragam dimana setiap informan mengembangkan cara yang berbeda dalam menyikapi penilaian dan komentar masyarakat. Respons mereka bukan hanya bentuk adaptasi, tetapi juga pernyataan simbolik atas posisi sosial yang mereka perjuangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa perempuan single parent baik karena perceraian atau kematian pasangan sama-sama mengalami stigma sosial dari masyarakat dan juga pelecehan. Namun, mereka meresponsnya dengan sikap cuek, pasrah, dan fokus pada tanggung jawab sebagai ibu. Makna hidup bagi perempuan single parent tidak hanya tentang bertahan, tetapi juga tentang membangun kembali identitas dan nilai hidup demi anak-anak, keluarga, dan diri sendiri. Bagi mereka yang bercerai, makna hidup sering kali dibangun dari dorongan pembuktian diri dan pemulihan harga diri. Sementara bagi mereka yang ditinggal pasangan karena meninggal dunia, makna hidup lebih banyak dibangun dari rasa penerimaan, kedekatan spiritual, serta semangat untuk menjalani hidup dengan tanggung jawab.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SASTINIAN MIFTAKHUL JANNAH |
| Department | Ilmu Komunikasi |
| Uncontrolled Keywords | Pengalaman Komunikasi; Perempuan Single Parent; Kabupaten Nganjuk; Interaksi Simbolik; Makna Hidup. |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Ilmu Komunikasi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 18:17 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:02 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/15936 |
