TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26782-180111100194_Abstract_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (109kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26782-180111100194_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (772kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26782-180111100194_Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (106kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26782-180111100194_Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (300kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26782-180111100194_Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (375kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26782-180111100194_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (116kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-26782-180111100194_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (122kB)
Abstract
ABSTRAKrnTerdakwa dalam putusan Putusan Nomor 125/Pid.Sus/2021/PN Bkl adalah seorang montir sepeda motor si salah satu bengkel di sepuluh, kejaadian tersebut bermula saat masyrakat setempat merasa curiga terhadap dilingkungan tersebut kerap menjadi tempat untuk melakukan transaski narkotika, setelah petugas langsung melakukan pemantauan di sekitar tempat itu dan disuatu waktu terdakwa terciduk dan dilakukan penggrebekan oleh pihak kepolisian. Dan putusan hakim tersebut memvonis terdwka dengan hukuman penjara selama 3 tahun. Pada prinsipnya pecandu dan korban penyalahgunaan Narkotika adalah “orang sakit” yang wajib menjalani pengobatan dengan menempatkan mereka di lembaga rehabilitasi medis dan/atau rehabilitasi sosial. Memidanakan penyalahguna Narkotika tanpa memperhatikan “sakitnya” bukanlah langkah yang tepat karena mengabaikan kepentingan perawatan dan pengobatan. Oleh karena itu harus ada paradigma baru dalam penanganan pecandu narkotika. Dalam menangani pecandu narkotika, aparat penegak hukum harus berorientasi kepada sanksi tindakan berupa rehabilitasi demi menyelamatkan masa depan mereka. Untuk dapat memfungsikan peran hakim dalam memutus atau menetapkan rehabilitasi perlu dukungan dari aparat penegak hukum yang lain. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pemidanaan penyalahguna narkotika golongan 1 terhadap rehabilitasi social dengan hukuman kurungan bagi penyalahguna narkotika dikaitkan dengan peraturan-peraturan yang mengatur yaitu Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan juga SEMA Nomor 04 Tahun 2010 tentang penempatan penyalahggunaan, korban penyalahgunaan dan pecandu narkotika ke dalam Lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi social. Pengalturaln mengenali nalrkotikal sendiri telalh di altur balik paldal peralturaln internalsionall malupun peralturaln dalri Indonesial sendiri. Di Indonesial, pengalturaln tentalng nalrkotikal dialtur dallalm Undalng-undalng No. 35 talhun 2009 Tentalng Nalrkotikal. Kata Kunci : Narkotika, rehabilitasi, pemidanaan
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AINUR HARIS EFENDI |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Narkotika, rehabilitasi, pemidanaan |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 18:13 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:02 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/15917 |
