TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9190-120111100016_Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (210kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9190-120111100016_Chapter 1.pdf
Download (226kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9190-120111100016_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (853kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9190-120111100016_Abstract_TOC.pdf
Download (102kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9190-120111100016_Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (243kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9190-120111100016_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (146kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9190-120111100016_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (226kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9190-120111100016_Appendices 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (385kB)
Abstract
ABSTRAK
Penelitian ini membahas tentang Jaminan Fidusia atas kucing bersertifikat dimana dalam Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tidak mengatur tentang hewan yang bersertifikat yang dapat dijadikan jaminan fidusia. Persoalan yang muncul adalah tentang fenomena yang terjadi adanya masyarakat yang menginginkan kucingnya dijadikan obyek jaminan fidusia, apakah sah penjaminan tersebut menurut Undang-Undang Jaminan fidusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji keabsaan penjaminan fidusia kucing PED (bersertifikat) menurut Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia dan untuk mengetahui perlindungan hukum apakah bagi kreditur jika terjadi wanprestasi terhadap pihak debitur dalam perjanjian Jaminan Fidusia atas kucing PED (bersertifikat). Permasalahan ini akan dikaji dengan metode yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) yaitu berdasarkan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999. Hasil dari penelitian ini adalah Menurut Pasal 1 angka (2) dan (4) Undang-Undang jaminan Fidusia Nomor 42 Tahun 1999 Tenang Jaminan Fidusia bahwa “Jaminan Fidusia adalah hak jaminan atas benda bergerak baik yang berwujud maupun yang tidak bewujud dan benda tidak bergerak khususnya Bangunan yang tidak dapat dibebani hak tanggungan sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan yang tetap berada dalam penguasaan Pemberi Fidusia, sebagai agunan bagi pelunasan uang tertentu, yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada Penerima Fidusia terhadap kreditor lainnya” sedangkan Pasal 1 angka (4) menyatahkan “Benda merupakan segala sesuatu yang dapat dimiliki dan dialihkan, baik yang berwujud maupun tidak berwujud, yang terdaftar maupun tidak terdaftar, yang bergerak maupun tidak bergerak yang tidak dapat dibebani hak tanggungan atau hipotek”. Sehingga kucing sebagai salah satu benda yang dapat dimilki dan dialihkan maka bisa menjadi obyek jaminan fidusia. Dan apabila debitor melakukan wanprestasi maka obyek jaminan fidusia dapat dilakukan eksekusi dengan cara dijual, dengan penjualan kucing melalui pelelangan umum atau di bawah tangan berdasarkan kesepakatan debitur dan kreditur.
Kata Kunci: Kucing, Jaminan, Fidusia
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM OKY ROY SAPUTRO |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Kata Kunci: Kucing, Jaminan, Fidusia |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 18:08 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:02 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/15895 |
