TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17415-14.01.111.00.275_ABSTRACT_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (913kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17415-14.01.111.00.275_COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (928kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17415-14.01.111.00.275_CHAPTER 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (502kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17415-14.01.111.00.275_CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (502kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17415-14.01.111.00.275_CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (502kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17415-14.01.111.00.275_CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (502kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17415-14.01.111.00.275_REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (502kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-17415-14.01.111.00.275_APPENDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (239kB)
Abstract
Mediasi dapat diartikan sebagai proses penyelesaian sengketa melalui proses perundingan atau mufakat para pihak dengan dibantu oleh seorang Hakim mediator yang tidak memiliki kewenangan memutus atau memaksakan sebuah penyelesaian tetapi memberikan opsi dan saran yang menyelesaikan kepada para pihak yang bersengketa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penyelesaian sengketa mediasi dan peningkatan status kesepakatan sebagian sehingga menjadi akta perdamaian yang mempunyai kekuatan hukum.tujuan penelitian ini membahas tentang akibat hukum bagi para pihak, baik itu penggugat maupun tergugat yang melakukan kesepakatan sebagian pihak. Kesepakatan sebagian pihak ini merupakan salah satu hal baru pada prosedur mediasi yang diharapkan mampu mengeliminir pihak, objek perkara, dan tuntutan hukum dalam suatu perkara sebelum masuk pada pemeriksaan di Pengadilan Negeri. kesepakatan sebagian pihak yang bersengketa adalah kesepakatan antara sebagian pihak baik penggugat ataupun Tergugat yang berperkara di tahapan mediasi. Dengan adanya sebagian pihak yang sudah mencapai kesepakatan di tahapan mediasi, maka pihak yang telah bersepakat itu dapat menyelesaikan perkara melalui suatu kesepakatan perdamaian. penggugat mengubah gugatan dengan tidak lagi mengajukan pihak tergugat yang tidak mencapai kesepakatan sebagai pihak lawan. Selanjutnya, terhadap para pihak tergugat yang tidak mencapai kesepakatan damai tersebut, penggugat dapat mengajukan kembali gugatan terhadap pihak tersebut. Dikarenakan penggugat atau pihak pertama harus kembali mengajukan gugatan secara terpisah terhadap tergugat yang tidak mencapai kesepakatan damai. Dalam hal ini ini didasarkan bahwa apabila gugatan diteruskan, maka posita dan petitum gugatan sudah berubah sedemikian rupa terhadap tergugat yang tidak mencapai kesepakatan damai tersebut.
Kata Kunci : mediasi, sengketa, penyelesaian, penggugat, tergugat, akibat hukum
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DEVI LINA SARI SIANT |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | mediasi ; sengketa ; penyelesaian ; penggugat ; tergugat ; akibat hukum |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 18:04 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:02 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/15881 |
