TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9182-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (91kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9182-COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9182-Chapter I.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (340kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9182-Chapter II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (371kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9182-Chapter III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (222kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9182-Chapter IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (97kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9182-Conlusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (97kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9182-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (94kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-9182-APPENDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (11MB)
Abstract
Abstrak
Pencurian listrik sering terjadi di Kabupaten Bangkalan padahal pencurian lisrik dapat merugikan masyarakat dan juga Negara. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa peran aparat penegak hukum dalam mengungkap tindak pidana pencurian listrik di wilayah PLN Rayon Bangkalan, serta untuk memberikan solusi bagi penegak hukum untuk meminimalisir kasus pencurian listrik.
Penelitian dilakukan menggunakan metode penelitian hukum empiris yang didasarkan oleh fakta dan realita serta, permasalahan yang sudah ada di lapangan. Data yang diambil terkait pencurian listrik yang terjadi di wilyah hukum Polres Bangkalan dan PLN Rayon Bangkalan, serta dianalisa secara kualitatif dan kemudian dideskripsikan berbentuk prosa yang diuraikan dalam bentuk tulisan (narasi), kemudian dikaitkan dengan data yang lain untuk mendapatkan kejelasan, di samping itu juga dilakukan wawancara dengan wakil Reskrim Polres Bangkalan, Admin PLN Rayon Bangkalan, masyarakat yang menjadi pelanggan listrik, dan beberapa pelaku pencurian listrik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aparat penegak hukum yaitu kepolisian pernah melakukan penanganan dalam kasus pencurian listrik tetapi belum maksimal, karena yang dilakukan kepolisian mengenai kasus pencurian listrik hanyalah sebatas pendampingan sesuai permintaan pihak PLN Rayon Bangkan. Sedangkan PLN dalam penangani tindak pidana pencurian listrik menerapakan Keputusan Direksi PT.PLN (PERSERO) No. 1486.K/DIR/2011 tentang Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik. Pasal 14 ayat (1) dijelaskan bahwa dikenakan sanksi berupa pemutusan sementara, pembongkaran rampung, pembayaran tagihan susulan, dan pembayaran biaya P2TL. Namun upaya tersebut menurut penulis belum efektif karena berdasarkan fakta pencurian listrik masih banyak terjadi di Kabupaten Bangkalan dan masih terus meningkat dari tahun ke tahun, hal tersebut dapat merugikan Negara dan juga masyarakat yg menjadi pelanggan listrik
Kata kunci : Peran Aparat Penegak Hukum, Pencurian Listrik
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM NUR HASAN |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Peran Aparat Penegak Hukum, Pencurian Listrik |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 18:00 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:02 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/15862 |
