TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36298-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36298-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (355kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36298-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (566kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36298-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (373kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36298-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (224kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36298-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36298-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (205kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36298-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (228kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-36298-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (201kB)
Abstract
Berseberangan dengan perairan Kamal adalah Kota Surabaya dan Kota Gresik yang menjadi salah satu pusat kota dan besarnya kegiatan industri disana. Beda hal nya dengan perairan Sepulu yang jauh dari sumber pencemar, kawasan tersebut merupakan kawasan konservasi terumbu karang dan mangrove yang penting untuk keberlanjutan lingkungan perikanan dan perlindungan dari abrasi pantai. Salah satu organisme laut yang terkena dampak oleh tercemarnya perairan laut adalah kerang dengann jenis kerang darah (Anadara granosa). Penelitian ini bertujuan mengetahui kadar logam berat timbal (Pb) pada kerang darah serta menganalisis bata aman konsumsi. Hasil diperoleh konsentrasi logam berat pada Kerang Darah Sepulu transek 1, 2, dan 3 sebesar 0,25; 0,06; 0,03 mg/kg, sedangkan Kerang Darah Kamal transek 1, 2, dan 3 sebesar 0,48; 0,29; 0,27 mg/kg. Konsentrasi logam berat pada sedimen Sepulu transek 1, 2, dan 3 sebesar 0723; 0,629; 0,610 mg/kg, sedangkan kerang darah Kamal transek 1, 2, dan 3 sebesar 1,723; 1,358; 0,899 mg/kg. Kemampuan Kerang Darah dalam mengakumulasi logam berat (Pb) melalui sedimen yang dinyatakan sebagai Bioacumulation Factor, didapatkan kisaran nilai 0,0492-0,3458, sehingga dapat disimpulkan kemampuannya rendah. Batas maksimum asupan pangan mingguan (MTI) berdasarkan berat badan 5-100 kg, pada lokasi Sepulu rata-rata sebesar 23,58 kg/minggu dalam kategori aman dikonsumsi. Sedangkan rata-rata nilai MTI lokasi Kamal sebesar 4,05 kg/minggu dalam kategori perlu dibatasi dalam mengonsumsi kerang darah.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SALJU QOLBI ILHAMI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | Timbal (Pb); Anadara granosa; Sedimen; Maximum Tolerable Intake |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 15 Oct 2026 18:00 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:02 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/15860 |
